Warga Rohingya Disuruh Tak Keluar

Warga Rohingya Disuruh Tidak Keluar dari Kamp Pengungsian Ukhla dan Cox's Bazaar

Kepala Kepolisian Banglades Shahidul Hoque, memperingatkan pengungsi Rohingya tidak meninggalkan tempat pengungsian Ukhla dan Teknaf di Cox's Bazaar.

Warga Rohingya Disuruh Tidak Keluar dari Kamp Pengungsian Ukhla dan Cox's Bazaar
(ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
Warga Rohingya duduk di wilayah Bangladesh akibat tidak diizinkan masuk oleh Garda Perbatasan Bangladesh (BGB), untuk masuk Bangladesh, di Cox Bazar, Bangladesh, Senin (28/8/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, COX'S BAZAAR - Kepala Kepolisian Banglades Shahidul Hoque, memperingatkan pengungsi Rohingya untuk tidak meninggalkan tempat pengungsian. Dua tempat tersebut adalah Ukhia dan Teknaf di wilayah di Cox's Bazaar, di dekat perbatasan Myanmar. Hoque mengatakan, jika pengungsi keluar dari dua tempat tersebut, maka mereka akan ditahan.

Sebagian besar dari sekitar 400.000 pengungsi baru Rohingya berada di Ukhia dan Teknaf. Namun, mereka tinggal di luar kamp-kamp resmi dalam kondisi berdesak-desakan.

Hoque mengatakan, lebih dari 200 pengungsi Rohingya yang ditahan di beberapa tempat lain di Banglades sudah dikembalikan ke Cox's Bazaar.

Ia juga mengatakan, warga Rohingya ini tidak akan mendapatkan fasilitas pengungsi jika tidak mendaftarkan diri.

Sebelumnya, dua pengungsi tewas terinjak oleh gajah liar saat keduanya tidur di dekat hutan.

Krisis kemanusiaan ini dipicu oleh gelombang kekerasan yang terjadi di Rakhine, negara bagian di Myanmar.

Kondisi itu memaksa warga minoritas Muslim Rohingya menyelamatkan diri ke Banglades, dalam tiga pekan terakhir.

Kekerasan bermula dari serangan milisi Rohingya di Rakhine terhadap pos-pos keamanan yang dibalas dengan operasi oleh militer Myanmar.

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menggambarkan kekerasan ini sebagai upaya pemusnahan kelompok etnis.

Sementara, Myanmar mengatakan, operasi militer yang mereka lakukan ditujukan untuk membersihkan teroris di Rakhine.

Halaman
12
Editor: Maturidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved