Polemik Transportasi Online
Katanya Balikpapan Itu Smart City, Tapi Kenapa Ojek Online Dilarang?
Warga Balikpapan merasa kehadiran transportasi online memberikan manfaat yang benar-benar bisa dirasakan secara positif.
Penulis: Budi Susilo |
Satu di antaranya, pria yang mengaku bernama Chandra Edy, mengungkapkan, sudah satu bulan bergabung di Go-Jek untuk mencari tambahan penghasilan.
Sehari-harinya, warga Manggar ini bekerja sebagai sekuriti di sebuah perusahaan swasta.
"Banyak masyarakat yang berpendapat senang dengan kehadiran Go-Jek. Saya juga terbantu dapat penghasilan tambahan," ungkapnya.
Baca: Buntut OTT KPK terhadap Kajari Pamekasan, Begini Penyesalan Jaksa Agung
Baca: Makin Panas! Menlu Korut Ancam AS Akan Dibalas dengan Guyuran Hujan Api, Apa Maksudnya?
Baca: Sandiaga Uno Copot Kakaknya dari Program OK OCE
Rencananya, bersama-sama kawan yang lain akan melakukan unjuk rasa balasan ketidaksenangan tindakan penutupan usaha transportasi online.
Demonstrasi akan dilakukan di Polres Balikpapan dan Pemerintah Kota Balikpapan.
Massa yang mengatasnamakan driver ojek daring (online) tersebut jumlahnya membludak hampir ada ratusan lebih orang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/chita-wijaya_20171012_111601.jpg)