Sabtu, 25 April 2026

Polemik Transportasi Online

Katanya Balikpapan Itu Smart City, Tapi Kenapa Ojek Online Dilarang?

Warga Balikpapan merasa kehadiran transportasi online memberikan manfaat yang benar-benar bisa dirasakan secara positif.

Penulis: Budi Susilo |
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Chita Wijaya, wanita pengguna jasa transportasi online Balikpapan saat ditemui di kawasan Balikpapan Baru, Kamis (12/11/2017). 

Satu di antaranya, pria yang mengaku bernama Chandra Edy, mengungkapkan, sudah satu bulan bergabung di Go-Jek untuk mencari tambahan penghasilan.

Sehari-harinya, warga Manggar ini bekerja sebagai sekuriti di sebuah perusahaan swasta.

"Banyak masyarakat yang berpendapat senang dengan kehadiran Go-Jek. Saya juga terbantu dapat penghasilan tambahan," ungkapnya.

Baca: Buntut OTT KPK terhadap Kajari Pamekasan, Begini Penyesalan Jaksa Agung

Baca: Makin Panas! Menlu Korut Ancam AS Akan Dibalas dengan Guyuran Hujan Api, Apa Maksudnya?

Baca: Sandiaga Uno Copot Kakaknya dari Program OK OCE

Rencananya, bersama-sama kawan yang lain akan melakukan unjuk rasa balasan ketidaksenangan tindakan penutupan usaha transportasi online.

Demonstrasi akan dilakukan di Polres Balikpapan dan Pemerintah Kota Balikpapan.

Massa yang mengatasnamakan driver ojek daring (online) tersebut jumlahnya membludak hampir ada ratusan lebih orang. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved