Duterte Masih Menjadi Harapan Terbaik

Setelah 30 Tahun People Power 1986, Negara Filipina Tidak Banyak Kemajuan

Untuk kebanyakan orang Filipina, beberapa dekade setelah gerakan revolusi massa (people power) 1986, Filipina tidak membawa banyak kemajuan.

Setelah 30 Tahun People Power 1986, Negara Filipina Tidak Banyak Kemajuan
(Dok Karim Raslan)
Seluruh keluarga Manuel berbagi dua kamar tidur dengan empat tempat tidur susun dan beberapa kasur dilantai. Manuel dari La Loma, Filipina, adalah pendukung kuat program ?Perang Narkoba? Presiden Duterte karena dia percaya bahwa lingkungannya sekarang lebih aman untuk keluarganya. 

Agustus tahun lalu, kata Manuel, Duterte mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4, yang diarahkan kepada semua penunjukan presidensial untuk mengundurkan diri. Dia ingin memberantas korupsi di birokrasi dan mengawasi mereka semua dengan seksama.

"Atasan saya waktu itu termasuk di dalamnya dan saya tidak ingin ikut terseret. Jadi, saya pindah ke sektor swasta,” papar Manuel.

“Sekarang gaji saya hanya 45.000 peso sebulan. Sebelumnya, dua kali lipatnya!” kenang Manuel.

 Manuel S. Abad, 49, bekerja sebagai manajer penjualan dan pemasaran untuk perusahaan lampu. (Dok Karim Raslan)
Kita mungkin berasumsi Manuel tidak akan menyukai Presiden Duterte yang kontroversial. Alih-alih, dia justru pendukung setia politisi yang cukup agresif itu. 

“Karena saya pernah bekerja di pemerintahan sebelumnya, saya bisa merasakan perubahannya. Sebelum Duterte, banyak sekali korupsi di industri agrikultur. Saya ingat satu kasus di mana produk seharga 5.000 peso, malah dikenakan biaya sebesar 750.000 peso! Sekarang semua dimonitor dengan seksama dan yang terbukti korupsi akan dihukum,” tuturnya penuh semangat.

Saya menanyakan kepada Manuel tentang perubahan lain yang ia rasakan sejak Duterte naik.
“Lima tahun lalu,” ujarnya, “saat saya pindah ke sini dari Makati, itu membutuhkan waktu tiga jam. Sekarang, hanya perlu 1 jam 40 menit, karena sekarang ada lebih banyak peraturan perihal pengkodean kendaraan dan pengelolaan alur dengan membuat beberapa jalan jadi satu arah.”

  (Amir Sodikin)
 

Berita ini telah diterbitkan Kompas.com dengan judul "Duterte Masih Menjadi Harapan Terbaik bagi Warga Tertinggal"

Editor: Maturidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved