Senin, 13 April 2026

Hiasi Media Sosial, Identitas Pemeran Video Amoral Telah Dikantongi Kepolisian

Informasi terkait "aktris" dan "aktor" dalam video panas tersebut pun ramai diperbincangkan netizen hingga terjadi kesimpangsiuran.

Instagram

TRIBUNKALTIM.CO - Beredarnya video pornografi di dunia maya dengan membawa salah satu nama sekolah menengah atas ternama di Samarinda menuai kontrofersi dikalangan netizen.

Informasi terkait "aktris" dan "aktor" dalam video panas tersebut pun ramai diperbincangkan netizen hingga terjadi kesimpangsiuran.

Budiona Kepala SMAN 1 Samarinda (Smansa) menanggapi permasalahan terkait nama Smansa yang tersebar di beberapa link gambar serta video pornografi yang tersebar di Samarinda beberapa hari ini.

Kepada wartawan, Budiono melakukan pertemuan bersama awak media khusus membahas hal tersebut selama hampir 1 jam di ruang kerjanya.

"Kami inginnya clear. Hal ini sudah kami laporkan ke dinas (Dinas Pendidikan). Pihak sekolah sudah mencari data dan tak ditemukan anak ini, tak ada di data siswa. Kalau di data alumni, kami belum cek. Intinya, saya berharap, persoalan ini mohon tak membawa institusi sekolah," ujar Budiono, Rabu (25/10/2017).

Baca: Polisi Pastikan Kedua Pemeran Video amoral Warga Samarinda

Baca: Beredar Video amoral Pelajar, Ketua P2TP2A Sebut Kaltim Darurat Pornografi

Pro kontra terhadap pemberitaan yang memunculkan nama Smansa pun terjadi di media sosial.

Dari kalangan siswa dan alumni, muncul pula hashtag atau tanda pagar (tagar) #StandWithSmansa.

Dilansir dari akun Instagram @samarindaetam, penyebaran tagar ini berlangsung di media sosial Line dan Instagram.

Pro kontra netizen
Pro kontra terjadi dikalangan netizen (Instagram)

Di samping kontra netizen, ada pula screenshots fitur Instagram Story yang entah siapa yang memulainya terlebih dulu.

Pro kontra terjadi dikalangan netizen
Pro kontra terjadi dikalangan netizen (Instagram)

Dari informasi terakhir, polisi telah memastikan kedua pemeran video amoral tersebut adalah warga Samarinda.

Polresta Samarinda telah menerima laporan mengenai video panas tersebut sejak Senin (23/10/2017).

"Sejak senin kemarin sudah ada yang membuat laporan tentang video tersebut, dan saat ini masih tahap penyelidikan lebih lanjut," ucap Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono, Rabu (25/10/2017).

Selanjutnya, polisi akan memanggil saksi saksi, termasuk pelapor guna dimintai keterangan terkait video berdurasi 5 menit yang membuat jagad dunia maya heboh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved