Minggu, 19 April 2026

CSR Masih Kosong

Bupati Paser Yusriansyah Syarkawie Instruksikan Panggil PTP, PT Trimadu dan PT Telaga Mas

Bupati Paser memerintahkan asisten Ekonomi memanggil pimpian PTP, PT Trimadu Murni Asli dan PT Telaga Mas terkait pelaksanaan CSR yang belum ada.

sarassani/tribun kaltim
Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawie saat melaksanakan pertemuan bersama masyarakat Kecamatan Muara Komam di Desa Prayon, Senin (6/11) lalu. 

PERTEMUAN– Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawie saat melaksanakan pertemuan bersama masyarakat Kecamatan Muara Komam di Desa Prayon, Senin (6/11) lalu.

TANA PASER, TRIBUN – Masyarakat Kecamatan Muara Komam mengeluhkan keberadaan dua perusahaan yang telah bertahun-tahun memberikan harapan kosong.

Terkait keluhan itu, Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawie mengintruksikan Asisten Ekonomi Setda Paser H Karoding untuk memanggil kedua perusahaan tersebut.

“Masalah antara masyarakat dengan PTP, PT Trimadu Murni Asli dan PT Telaga Mas, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan harus diselesaikan secepatnya. Saya perintahkan Asisten Ekonomi untuk memanggil pimpinan perusahaan dan segera bicarakan masalah dengan warga,” kata Yusriansyah yang langsung disanggupi Karoding.

Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawie saat melaksanakan pertemuan bersama masyarakat Kecamatan Muara Komam di Desa Prayon, Senin (6/11) lalu.
Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawie saat melaksanakan pertemuan bersama masyarakat Kecamatan Muara Komam di Desa Prayon, Senin (6/11) lalu. (sarassani/tribun kaltim)

Keluhan itu didampaikan sejumlah Kades, BPD dan warga Kecamatan Muara Komam secara bergantian, saat Yusriansyah dan rombongan melakukan kunjungan monitoring perbaikan jalan dan jembatan, Senin (6/11) lalu.

Baca: 186 Pedagang Sayur Direlokasi ke Pasar Penampungan Tanah Grogot

Baca: Grogot Rawan Konflik, Ini Pesan Danrem 091/ASN Ke Dandim 0904/T

Baca: Warga Tiga Desa di Paser Demo PT BMML, Beri Waktu 5 Hari Menghadirkan Dirut BMML

Selama bertahun-tahun beroperasi, PTP menurut Kades Binangon belum memberi kontribusi apa pun, kebun plasma yang bertahun-tahun dijanjikan PTP tidak terealisasi sampai sekarang. Sementara itu PT Trimadu menguasai lima desa, tetapi tidak juga membangun lahan perkebunan.

“Warga desa serasa digantung perusahaan. Jika Trimadu mau membangun, maka segera laksanakan. Tapi kalau tidak, jangan dilarang (berikan ke investor lain) karena banyak yang mau mengelolanya,” kata Ardiansyah selaku warga Desa Prayon.

Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawie meninjau gedung SDN 013 Muara Komam yang memerlukan perhatian, Senin (6/11).
Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawie meninjau gedung SDN 013 Muara Komam yang memerlukan perhatian, Senin (6/11). (sarassani/tribun kaltim)

Terpisah, Bagian Bina Ekonomi I melalui Kasubbag Pertanian dan Pangan Setda Paser Usma mengatakan bahwa saat ini tinggal Trimadu yang ada di Muara Komam. “Dulu memang ada PT Telaga Mas, perusahaan kayu, namun kini tidak ada lagi,” kata Usma, Rabu (8/11).

Baca: Konsumen BBM Mengeluh, Pengetap Kuasai SPBU Km 4 Tanah Grogot

Baca: Warga Paya Rupiah Tanah Grogot Antusias Bergotong Royong, tapi Mengapa Pak Lurahnya Gregetan?

Baca: Status Sengketa Lahan SMKN 3 Tanah Grogot Sudah Berkekuatan Hukum Tetap

Selain kebun plasma, kontribusi perusahaan kepada masyarakat sekitar juga dalam bentuk program Corporate Social Responsibility (CSR). Terkait bentuk tanggung jawab sosial perusahaan ini, Kepala Bappeda Paser IG Putu Suantara mengatakan dari 275 perusahaan yang aktif di Paser, baru 24 perusahaan yang melaporkan CSR-nya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved