Wagub Kaltara Tempelkan Sendiri Stiker Coklit DPT di Pintu Depan Rumahnya
Usai dinyatakan cocok, Wagub Kaltara langsung menempelkan stiker coklit di pintu depan rumahnya.
Penulis: Junisah |
Manuel Pellegrini Tak Sabar Ingin Terbangkan Defender Barcelona ke Liga China
'Imbauan Zaman Now', Sekda Ingatkan PNS Jangan Selfie Bersama Cagub dan Cawagub
Ketua KPU Tarakan Teguh Dwi Subagyo mengatakan, gerakan Coklit yang dilakukan 298 PPDP mulai 20 Januari hingga 18 Februari ini, tujuannya untuk dapat lebih memastikan keberadaan pemilih.
Misalnya ketika ada pemilih yang dulunya ikut melakukan pencoblosan pemilihan gubenur dan wakil gubenur Kaltara, ternyata saat ini sudah meninggal.
“Kalau sudah meninggal berarti data pemilih harus dihapus. Bisa saja pada saat coklit ditemukan ada anggota TNI dan Polri yang pada 27 Juni sudah pensiun. Artinya kalau sudah pensiun punya hak pilih. Begitu pula ada remaja yang usianya 17 tahun, namun pada 27 Juni nanti diterima menjadi anggota polisi, artinya yah tidak bisa ikut memilih,” ujarnya mencontohkan. (*)