Kaltara Masih Butuh 284 BTS Agar Bebas dari Blank Spot
Dengan spesifikasi tersebut sirasa cukup untuk mengakomodir kebutuhan daerah-daerah yang belum dijangkau jaringan.
"Radius satu tower itu hanya 3 kilometer. Titik pendiriannya memang pada titik yang banyak penduduknya," katanya.
Mengingat sebaran penduduk pedalaman dan perbatasan yang terpisah-pisah maka jumlah tower yang dibutuhkan kuantitasnya cukup banyak.
Tahun 2017 kemarin sudah berdiri dan beroperasi sedikitnya 24 BTS di pedalaman dan perbatasan negara di Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau.
Baca juga:
Terombang-ambing Lima Hari di Lautan, Kedatangan Zakaria dan Martin Disambut Isak Tangis Keluarga
Jelang PGK, Presiden Borneo FC Isyaratkan Tak Ada Lagi Pertandingan Ujicoba untuk Timnya
Warga Tantang Pasangan Calon Bisa Menjamin Jaringan Internet Tak Lelet Lagi
Pengadaan BTS tersebut merupakan program Universal Service Obligation (USO) yang dilaksanakan oleh Kemenkominfo melalui Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI).
Tahun 2016 Pemprov Kalimantan Utara juga mengadakan pembangunan BTS 18 titik di Malinau dan 23 titik di Nunukan.
Syahrullah mengatakan, semua BTS tersebut sudah on air alias sudah bisa digunakan untuk menunjang kebutuhan komunikasi masyarakat.
"Semuanya baru 2G. Untuk 3G, nanti tinggal kita usulkan lagi ke pusat untuk penambahan perangkat 3G-nya," sebutnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/bts_20180219_170708.jpg)