Pilgub Kaltim 2018
Bocah Terseret Arus 3 Kilometer di Selokan, Paslon Ini Sambangi Rumah Duka Ini Komentarnya.
Hujan deras yang mengguyur Balikpapan membuat air meluap dari saluran drainase kota dan hal itu Balikpapan kehilangan seorang warganya.
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani |
Baca: Dapat Nomor Urut 4 di Pilgub Kaltim, Ini Komentar Pasangan Rusmadi - Safaruddin
Pemberitaan sebelumnya, salah satu kandidat Cagub dan Cawagub pada Pilgub Kaltim 2018, Rusmadi-Safaruddin tak lepas menyoroti persoalan banjir di kota minyak. Saat ditemui Tribunkaltim.co di Deklarasi Relawan Bermartabat kota Balikpapan, pasangan itu dengan tegas menyatakan bakal menuntaskan persoalan banjir di Balikpapan.
"Kita serius mengatasi persoalan banjir di Balikpapan. Itu jadi salah satu komitmen kami," kata Rusmadi.
Kendati demikian ia tak menampik bahwa persoalan banjir tak bisa dihindari kebanyakan kota besar, tak terkecuali Balikpapan. Lantaran tingkat pertumbuhan rumah penduduk dan industri dari tahun ke tahun semakin tinggi. Sementara wilayah resapan dan jalur pembuangan air kian menyusut.
"Masalah faktual yang terjadi itu, banjir di jalan MT Haryono (kawasan Beller). Saya lihat ada anak sungai yang bermasalah. Limpasan air selama ini dari atas ke wilayah itu," ungkapnya.
Menurutnya, sungai yang berliku di daerah rawan banjir tersebut bila dibuatkan kanal lurus ke laut, Rusmadi percaya volume air akan turun.
"Kalau misalnya sungai berliku tersebut dibuat kanal yang lurus ke laut, itu akan memecahkan persoan banjir," serunya.
Namun, ia juga tak menampik bakal ada gesekan sosial dalam solusi yang ditawarkannya. Perkara pembebasan lahan, relokasi penduduk sudah barang tentu jadi soal.
"Kalau masyarakat sadar ada kepentingan lebih besar, kemudian kita edukasi. Saya yakin mereka welcome (menerima). Selama rumah yang kita siapkan layak," tegasnya.
Sementara Safaruddin selaku cawagub, berkata bahwa perlunya dibuat bendungan di daerah rawan banjir di Balikpapan. Kemudian persoalan drainase sebagai saluran air tak boleh diabaikan.
"Kita harus bikin bendungan kecil di Balikpapan. Artinya air ini mencari tempat paling rendah. Kita harus membuatkan saluran, kalau tidak ada saluran, cari jalan sendiri dia (air)," kata mantan Kapolda Kaltim tersebut.
Bendungan atau bila di daerah jawa dikenal sebagai Situ, tak hanya sebagai tempat menampung air, ungkap Safaruddin. Banyak manfaat, seperti jadi tempat menabur benih ikan, bisa untuk sumber air minum, tempat olahraga air, hingga bisa dijadikan tempat rekreasi.
"Saya tidak takut berjanji, kalau itu demi kepentingan masyarakat Balikpapan," serunya. (bie)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/rusmadi-safaruddin_20180222_152529.jpg)