Jumat, 10 April 2026

Pilgub Kaltim 2018

Bocah Terseret Arus 3 Kilometer di Selokan, Paslon Ini Sambangi Rumah Duka Ini Komentarnya.

Hujan deras yang mengguyur Balikpapan membuat air meluap dari saluran drainase kota dan hal itu Balikpapan kehilangan seorang warganya.

IST
H Safaruddin. Cawagub yang diusung PDIP dan Hanura tersebut menyempatkan melayat ke rumah duka Almarhum Iqbal, siswa kelas VI SDN 012 Balikpapan Utara, Kamis (22/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Awan duka menyelimuti salah satu rumah Jalan Bonto Bulaeng RT 03, Sumber Rejo, Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan. Namun bukan hujan yang turun seperti 2 hari lalu hingga menyebabkan banjir di kota Balikpapan.

Awan itu membuat air mata jatuh merembes dari mata para keluarga serta kerabat Mohammad Iqbal (12). 

Ya, siswa kelas VI SDN 012 Balikpapan Utara itu dikebumikan di pemakaman BDS II, Kamis (22/2/2018). Iqbal ditemukan tak bernyawa oleh Tim SAR gabungan usai 8 jam dinyatakan hilang terseret arus parit di Jalan Pangeran Antasari.

Tubuh bocah laki-laki itu terseret arus hingga 3 kilometer, sebelum ditemukan di bawah jembatan Cemara, Kelurahan Mekar Sari.

Hujan deras yang mengguyur Balikpapan hampir seharian penuh pada Rabu (21/2/2018) kemarin, membuat air meluap dari saluran drainase kota. Tapi siapa yang menyangka lantaran hal itu Balikpapan kehilangan seorang warganya.

Baca: Kembali Silaturahmi dengan DPD Hanura, Rusmadi-Safaruddin Akui Makin PeDe Menangkan Pilgub

Baca: Banjir di Jalan MT Haryono Balikpapan Disorot Rusmadi-Safaruddin, Bagaimana Solusi Mereka?

Baca: Dukungan Politik Partai Hanura; Rusmadi makin PeDe, Ferdi Kaget dan Terharu

Peristiwa tersebut kontan jadi perhatian warga kota minyak, tak terkecuali warganet di media sosial (medsos). Ucapan duka berseliweran di berbagai akun medsos baik di instagram, facebook, dan media online lainnya.

Ternyata musibah tersebut mendapat perhatian salah satu calon wakil gubernur, H Safaruddin. Cawagub yang diusung PDIP dan Hanura tersebut menyempatkan melayat ke rumah duka. 

"Saya pribadi turut berduka cita. Semoga keluarga diberi ketabahan, serta kerelaan. Karena kita tak bisa mengelak ketentuan Allah swt," kata Safaruddin yang saat itu mengenakan kemeja putih di rumah duka.

Menurutnya, dari musibah ini bisa dijadikan pembelajaran berharga untuk pemerintah ke depan. Mengatasi rentannya air dari saluran drainase kota meluap bila terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Serta memikirkan penataan saluran drainase yang tak hanya berfungsi sebagai penyalur air, tapi juga aman bagi masyarakat.

Baca: Makna Nomor Urut 4 Bagi Rusmadi-Safaruddin, Seperti Empat Pilar Kebangsaan

Baca: Ikut Sekolah Politik, Safaruddin Mengaku Dapat Banyak Masukan dari Risma

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved