Pilgub Kaltim 2018
Bocah Terseret Arus 3 Kilometer di Selokan, Paslon Ini Sambangi Rumah Duka Ini Komentarnya.
Hujan deras yang mengguyur Balikpapan membuat air meluap dari saluran drainase kota dan hal itu Balikpapan kehilangan seorang warganya.
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani |
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Awan duka menyelimuti salah satu rumah Jalan Bonto Bulaeng RT 03, Sumber Rejo, Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan. Namun bukan hujan yang turun seperti 2 hari lalu hingga menyebabkan banjir di kota Balikpapan.
Awan itu membuat air mata jatuh merembes dari mata para keluarga serta kerabat Mohammad Iqbal (12).
Ya, siswa kelas VI SDN 012 Balikpapan Utara itu dikebumikan di pemakaman BDS II, Kamis (22/2/2018). Iqbal ditemukan tak bernyawa oleh Tim SAR gabungan usai 8 jam dinyatakan hilang terseret arus parit di Jalan Pangeran Antasari.
Tubuh bocah laki-laki itu terseret arus hingga 3 kilometer, sebelum ditemukan di bawah jembatan Cemara, Kelurahan Mekar Sari.
Hujan deras yang mengguyur Balikpapan hampir seharian penuh pada Rabu (21/2/2018) kemarin, membuat air meluap dari saluran drainase kota. Tapi siapa yang menyangka lantaran hal itu Balikpapan kehilangan seorang warganya.
Baca: Kembali Silaturahmi dengan DPD Hanura, Rusmadi-Safaruddin Akui Makin PeDe Menangkan Pilgub
Baca: Banjir di Jalan MT Haryono Balikpapan Disorot Rusmadi-Safaruddin, Bagaimana Solusi Mereka?
Baca: Dukungan Politik Partai Hanura; Rusmadi makin PeDe, Ferdi Kaget dan Terharu
Peristiwa tersebut kontan jadi perhatian warga kota minyak, tak terkecuali warganet di media sosial (medsos). Ucapan duka berseliweran di berbagai akun medsos baik di instagram, facebook, dan media online lainnya.
Ternyata musibah tersebut mendapat perhatian salah satu calon wakil gubernur, H Safaruddin. Cawagub yang diusung PDIP dan Hanura tersebut menyempatkan melayat ke rumah duka.
"Saya pribadi turut berduka cita. Semoga keluarga diberi ketabahan, serta kerelaan. Karena kita tak bisa mengelak ketentuan Allah swt," kata Safaruddin yang saat itu mengenakan kemeja putih di rumah duka.
Menurutnya, dari musibah ini bisa dijadikan pembelajaran berharga untuk pemerintah ke depan. Mengatasi rentannya air dari saluran drainase kota meluap bila terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Serta memikirkan penataan saluran drainase yang tak hanya berfungsi sebagai penyalur air, tapi juga aman bagi masyarakat.
Baca: Makna Nomor Urut 4 Bagi Rusmadi-Safaruddin, Seperti Empat Pilar Kebangsaan
Baca: Ikut Sekolah Politik, Safaruddin Mengaku Dapat Banyak Masukan dari Risma
Baca: Dapat Nomor Urut 4 di Pilgub Kaltim, Ini Komentar Pasangan Rusmadi - Safaruddin
Pemberitaan sebelumnya, salah satu kandidat Cagub dan Cawagub pada Pilgub Kaltim 2018, Rusmadi-Safaruddin tak lepas menyoroti persoalan banjir di kota minyak. Saat ditemui Tribunkaltim.co di Deklarasi Relawan Bermartabat kota Balikpapan, pasangan itu dengan tegas menyatakan bakal menuntaskan persoalan banjir di Balikpapan.
"Kita serius mengatasi persoalan banjir di Balikpapan. Itu jadi salah satu komitmen kami," kata Rusmadi.
Kendati demikian ia tak menampik bahwa persoalan banjir tak bisa dihindari kebanyakan kota besar, tak terkecuali Balikpapan. Lantaran tingkat pertumbuhan rumah penduduk dan industri dari tahun ke tahun semakin tinggi. Sementara wilayah resapan dan jalur pembuangan air kian menyusut.
"Masalah faktual yang terjadi itu, banjir di jalan MT Haryono (kawasan Beller). Saya lihat ada anak sungai yang bermasalah. Limpasan air selama ini dari atas ke wilayah itu," ungkapnya.
Menurutnya, sungai yang berliku di daerah rawan banjir tersebut bila dibuatkan kanal lurus ke laut, Rusmadi percaya volume air akan turun.
"Kalau misalnya sungai berliku tersebut dibuat kanal yang lurus ke laut, itu akan memecahkan persoan banjir," serunya.
Namun, ia juga tak menampik bakal ada gesekan sosial dalam solusi yang ditawarkannya. Perkara pembebasan lahan, relokasi penduduk sudah barang tentu jadi soal.
"Kalau masyarakat sadar ada kepentingan lebih besar, kemudian kita edukasi. Saya yakin mereka welcome (menerima). Selama rumah yang kita siapkan layak," tegasnya.
Sementara Safaruddin selaku cawagub, berkata bahwa perlunya dibuat bendungan di daerah rawan banjir di Balikpapan. Kemudian persoalan drainase sebagai saluran air tak boleh diabaikan.
"Kita harus bikin bendungan kecil di Balikpapan. Artinya air ini mencari tempat paling rendah. Kita harus membuatkan saluran, kalau tidak ada saluran, cari jalan sendiri dia (air)," kata mantan Kapolda Kaltim tersebut.
Bendungan atau bila di daerah jawa dikenal sebagai Situ, tak hanya sebagai tempat menampung air, ungkap Safaruddin. Banyak manfaat, seperti jadi tempat menabur benih ikan, bisa untuk sumber air minum, tempat olahraga air, hingga bisa dijadikan tempat rekreasi.
"Saya tidak takut berjanji, kalau itu demi kepentingan masyarakat Balikpapan," serunya. (bie)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/rusmadi-safaruddin_20180222_152529.jpg)