Anggana Banyak Dipilih jadi Ibukota Kutai Pesisir, Ini Alasannya
Masyarakat menunggu hasil keputusan dari kajian objektif pemekaran dari pemerintah pusat.
Penulis: Budi Susilo |
Baca: Ironis. . . Kaya Sumber Daya Alam Tapi Warga Kutai Pesisir Paling Banyak Terima Raskin
Kawasan Anggana sebagian besar memeluk pulau-pulau kecil yang dalam istilah keilmuan geografi disebut Delta Mahakam, yang menyimpan sumber kekayaan hasil perikanan.
Sampai sekarang, Kecamatan Anggana memiliki lima desa dengan pusat pemerintahannya berada di Desa Sungai Mariam.
Sisi bagian utara berbatasan dengan Kecamatan Muara Badak, dan sisi timur menghadap ke Selat Makassar.
Selain itu, tambah Andi, mengacu dari hasil penelitian pengembangan wilayah Kutai Pesisir yang dilakukan lembaga Universitas Mulawarman dan Universitas Padjajaran tahun 2007, disebutkan, ibukota Kutai Pesisir bagusnya berada di daerah Bambangan, yang secara geografis terdapat sungai.
“Bambangan itu di kawasan perbatasan antara Kecamatan Samboja dan Muara Jawa. Tempatnya sudah bisa dikatakan ramai,” kata Andi.
Baca: Dukung Kutai Pesisir Pisah dari Kukar, Muara Jawa Cocok Jadi Ibu Kota
Namun berbeda halnya dengan penelitian Universitas Gajah Mada dari jurusan Pengembangan Wilayah Kutai Pesisir, disebutukan Muara Jawa pas untuk jadi ibukota Kutai Pesisir.
Penelitian tersebut dipimpin Dr Luthfi Muta’alli yang hasilnya memberikan kesimpulan Muara Jawa cocok dijadikan ibukota Kabupaten Kutai Pesisir. Secara infrastruktur dan potensi ekonomi sudah bisa dikatakan memenuhi standar.
Mengutip dari laporan hasil peneltian kampus Yogyakarta tersebut, di halaman III-22, terungkap, berdasarkan analisis potensi historis, potensi intraregional partisipasi dan dukungan masyarakat, menyatakan, skor tertinggi wilayah cocok ialah Muara Jawa, yang kedua Anggara, ketiga Sanga sanga, empat Samboja dan kelima Loa Janan.
Kondisi jalan yang baik, berbeton mulus.
Muara Jawa secara geografis juga dekat dengan muara Sungai Mahakam dan lautan serta memiliki pelabuhan Handil Dua.
Tidak jauh dari pelabuhan sudah berdiri terminal transportasi darat jurusan ke Balikpapan dan Samarinda.
Di tempat ini, Muara Jawa dalam perut buminya mengandung deposit batu bara yang banyak.
Baca: Bukan Hanya Kutai Pesisir, Kutai Utara Juga Mendesak untuk Dimekarkan
