Anggana Banyak Dipilih jadi Ibukota Kutai Pesisir, Ini Alasannya
Masyarakat menunggu hasil keputusan dari kajian objektif pemekaran dari pemerintah pusat.
Penulis: Budi Susilo |
Karena itu, dia mengimbau kepada jajaran DPRD Kukar termasuk Plt Bupati Kukar untuk bisa bersepakat selenggarakan paripurna Kutai Pesisir sebelum masa pencoblosan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim.
“Kita sebaiknya menghindari saat masuknya momentum pencoblosan pilkada. Bagus dilangsungkan sebelum pencoblosan supaya tidak ada kesan dimanfaatkan kepentingan politik pilkada,” kata Andi.
Sampai sejauh ini, dirinya bersama warga lainnya merasa optimis, perjuangan Kutai Peisir di kancah paripurna DPRD Kukar akan berhasil, menghasilkan keputusan yang mengarah ke suara setuju.
“Kami sudah sering berjumpa dengan ketua (DPRD Kukar). Pandangan anggota dewan sangat terbuka, menyambut baik pembentukan Kutai Pesisir. Ketua juga sudah pernah menandatangani pembentukan Kutai Pesisir, jadi kami yakin usaha akan lolos, disetujui di tingkat dewan,” tutur Andi.
Sampai saat ini sedang dilakukan komunikasi secara intens dengan DPRD Kukar dan Plt Bupati Kukar, terkait dengan percepatan pelaksaaan paripurna pembentukan Kutai Pesisir.
Masyarakat di lima kecamatan merasa pemekaran Kukar merupakan jalan yang tepat untuk mencapai kebaikan yang lebih cemerlang.
“Harapan kami pertengahan bulan Maret tahun 2018 ini sudah dilakukan paripurna. Kalau sudah selesai paripurna maka perjuangan kita tinggal di tingkat pemerinah pusat,” tegasnya.
Belum lama ini, saat malam hari Tribun menyusuri sebagian jalur darat kawasan Kutai Pesisir.
Dimulai dari Samboja hingga ke Muara Jawa. Selama perjalanan, melewati beberapa perusahaan migas dan stasiun pengisian bahan bakar.
Namun selama menempuh perjalanan, terutama jalan provinsi Balikpapan Handil, kondisi malam hari begitu gelap, tidak ada lampu penerangan jalan. Cahaya lampu hanya mengandalkan lampu kendaraan dan beberapa bangunan rumah dan toko.
Tidak hanya itu, gangguan lainnya, jalan sangat berkondisi buruk. Jalan bagian kiri kalau dari arah Muara Jawa menuju Samboja bisa dibilang sangat memprihatinkan.
Banyak lubang-lubang yang mengganggu laju kendaraan. Rumput ilalang yang berada di pinggiran pun sudah ada yang mulai sentuh jalanan aspal, menghalangi jarak pandang berkendara.
“Memang jalannya berstatus provinsi bukan tanggungjawab Pemkab Kukar tapi kenapa banyak yang rusak. Keinginan pemekaran adanya peningkatan infrastruktur,” tutur Sudirman Hadi, tokoh senior di Muara Jawa. (*)
POTENSI PAD KUTAI PESISIR
Potensi Pertambangan:
-Minyak Bumi dan gas alam
-Batu bara di Samboja, Muara Jawa dan Sanga sanga.
-Pasir bijih besi di Pantai Samboja dan perbukitan Muara Jawa.
-Pasir kwarsa, lempung, batu gamping, kalolin, dan pasir batu.
DATA: Kajian Akademik UGM tahun 2007.
Potensi Pariwisata:
-Wisata alam Bengkirai.
-Wisata ilmiah Wana Riset
-Kolam air panas Dondang
-Situs sejarah Kerajaan Kutai
-Wisata sejarah juang Sanga sanga
-Taman Hutan Rakyat Bukit Soeharto
DATA: Pemkab Kukar tahun 2017.
Potensi Pertanian:
-Padi sawah 5645 ha
-Padi ladang 9494 ha.
-Jagung 540 ha.
-Ubi kayu 1350 ha.
-Ubi jalar 676 ha.
-Kacang tanah 412 ha.
-Kacang kedelai 94 ha
-Kacang ijo 137 ha.
DATA: Dalam hektar Pemkab Kukar tahun 2006.
Potensi Perikanan Laut:
-Samboja 3787,7 ton
-Muara Jawa 3653,5 ton
-Sanga sanga 1172,8 ton
-Anggana 4588,4 ton
DATA: Pemkab Kukar tahun 2006 (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/warga-timses-kutai-pesisir_20180309_093838.jpg)