Stephen Hawking Tutup Usia
5 Fakta Perjalanan Hidup Stephen Hawking Ilmuan yang Prediksi Usia Bumi, Begini Takdir Hidupnya
Ilmuan cerdik pun terkenal melalui teori alam semestanya, sehingga membuatnya menjadi salah satu selebritis sains menyaingi Albert Einstein.
Baca: Modus Baru, Ekstasi 250 Butir Disimpan Dalam Kaleng Cat Kayu
2. Masuk Universitas Ternama
Ayahnya mengingkan Hawking masuk ke Universitas Oxford tempat ayahnya dulu bersekolah.
Ia lalu mempelajari ilmu pengetahuan alam, meskipun awalnya ia ingin mengambil jurusan Matematika, tetapi tidak ada cabang yang sesuai minatnya.
Akhirnya, ia memilih jurusan Fisika dan berspesialisasi pada bidang itu.
Bahkan Hawking mendapatkan beasiswa.
Hawking menyelesaikan studinya dan menerima gelar B.A. di Oxford pada 1962, kemudian melanjutkan untuk mempelajari astronomi.
Ia tertarik pada teori daripada observasi, lalu masuk ke Trinity Hall, Cambridge dan mempelajari astronomi teoritis dan kosmologi.
Ia sudah mulai melakukan penelitian di bidang kosmologi di tahun 1962, saat belajar di Universitas Cambridge.
Di tahun 1965, ia menerima gelar PhD dengan tesis berjudul 'Properties of Expanding Universes' dan tak lama kemudian menerbitkan buku akademis pertamanya, 'The Large Scale Structure of Space-Time'.
Baca: Lepas Sepatu Hak Tinggi, Waria Berhasil Kabur dari Kejaran Petugas
3. Menderita Penyakit Neurologis Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS)
Pada 1963, saat dirinya di Cambridge Hawking didiagnosa menderita ALS, yakni penyakit sistem saraf yang melemahkan otot dan memengaruhi fungsi fisik.
ALS sendiri memiliki gejala awal seperti kram, otot tegang, serta kesulitan mengunyah dan menelan.
Lama-kelamaan, orang dengan ALS juga kehilangan kemampuan bernapas dan menelan.