Tanpa Listrik di Pedalaman, Siswa SMK Negeri Siemanggaris Nyaris tak Bisa UNBK
Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Siemanggaris nyaris tak bisa mengikuti UNBK.
“Jadi untuk 4 hari saja," katanya.
Pihaknyapun merasa bersyukur karena 46 siswa SMK Siemanggaris akhirnya bisa mengikuti UNBK pada tahun ini.
“Sebanyak 17 orang dari Jurusan Otomotif dan 29 Jurusan Pertanian,” ujarnya.
Para peserta UNBK ini bisa leluasa mengikuti ujian.
Baca: Pasar Segiri jadi Sarang Narkoba, Kapolda Bakal Pasang Tenda!
Pelaksanaan ujian dibagi menjadi dua sesi karena hanya ada satu ruang kelas tempat pelaksanaan ujian.
“Sesi pertama pukul 08.00 - 10.00, sesi kedua pukul 10.00 - 12.00,” ujarnya.
Tahun lalu, kata dia, UNBK digelar dengan menggunakan laptop pinjaman dari sejumlah warga.
Keberhasilan menjadi pelopor UNBK dengan hasil yang sangat memuaskan di Kabupaten Nunukan pada tahun lalu, membuat sekolah ini mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.
“Kami mendapatkan PC sebanyak 35 unit plus 1 komputer operator,” ujarnya.
Selain persoalan listrik, jarak sekolah yang jauh dari tempat tinggal para siswa juga menjadi persoalan tersendiri di SMK Negeri Siemanggaris.
Baca: Tak Kunjung Umrah, Ratusan Jemaah Tuntut Kejelasan PT ATM
Rusmini mengatakan, para siswa harus menempuh perjalanan yang begitu jauh dengan menembus perkebunan kelapa sawit agar bisa sampai di sekolah.
Untuk mengatasi persoalan ini, selama ujian para siswa diminta tinggal di lingkungan sekolah.
"Jadi kami tampung mereka di rumah-rumah guru mengantisipasi cuaca," ujarnya. (*)