Kamis, 9 April 2026

Kalsel Dinilai Provinsi Terendah Indeks Kualitas Lingkungan Hidupnya

Kualitas lingkungan hidup di wilayah Kalimantan masih menunjukan kurang memuaskan

Penulis: Budi Susilo | Editor: Januar Alamijaya
Tribun Kaltim/Budi Susilo
Ir Hudoyo, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia bidang Energi memukul gong meresmikan raker Ekoregion Kalimantan di Hotel Novotel Balikpapan pada Selasa (2/5/2018) 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO BALIKPAPAN - Kualitas lingkungan hidup di wilayah Kalimantan masih menunjukan kurang memuaskan, dianggap masih di bawah target yang diharapkan.

Hal ini diungkapkan, Ir Hudoyo, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia bidang Energi kepada Tribunkaltim di Hotel Novotel Balikpapan pada Rabu (2/5/2018) siang.

Ia menjelaskan, tolak ukur kualitas lingkungan hidup Kalimantan melalui pendekatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH).

Baca: Fakta di Balik Tanggal 2 Mei Ditetapkan Sebagai Hari Pendidikan Nasional

"Tren yang dihasilkan kurang memuaskan," kata Hudoyo usai membuka rapat kerja Ekoregion Kalimantan bertema Sinergisitas Multipihak Menuju Pembangunan Berkelanjutan.

Nilai IKLH menjadi satu sasaran strategis dalam Rencana Strategis Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2015 sampai tahun 2019.

Menurut dia, hasilnya, nilai IKLH secara nasional ditargetkan berada pada rentang 66,5 sampai 66,8 di tahun 2019.

Sementara untuk Ekoregion Kalimantan diperlukan perubahan atau penataan secara bertahap.

Nilai rata-rata IKLH Ekoregion Kalimantan di tahun 2016 berada di kisaran 69,29 dengan nilai tertinggi di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang mencapai 82,16 dan terendah berada di Kalimantan Selatan (Kalsel) sebesar 54,73.

Karena itu, tegas dia, perlu upaya terpadu dan langkah nyata dalam meningkatkan nilai IKLH di wilayah Ekoregion Kalimantan.

"Demi wijudkan lingkungan yang sehat bagi kehidupan," tutur Hudoyo, yang mengenakan kemeja corak batik.

Baca: Bupati Yusran : Pejabat jadi Timses, Paling Ingin jadi Sekda

Garis besar perjuangan menuju kelestarian Kalimantan, Hudoyo mengimbau, dalam pemanfaatan sumber daya hutan dan lingkungan hidup ekonomi mesti tetap ikuti nilai kelestarian, alam jangan dikorbankan banyak.

Selain itu, semua pihak, pemerintah, kalangan swasta, masyarakat lokal ikut berupaya melestarikan keseimbangan ekosistem.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved