Berita Foto
Demi Panen Madu Kualitas Terbaik, Penduduk Ini Bertaruh Nyawa Panjat Tebing Curam
Diperlukan keterampilan khusus untuk bisa menjangkau tebing curam, dimana koloni lebah tersebut meletakkan sarangnnya.
TRIBUNKALTIM.CO - Madu cairan kental mirip sirup yang memiliki rasa manis yang dihasilkan oleh lebah memang memiliki banyak khasiat dan disukai banyak orang.
Seperti Madu Gurung yang merupakan madu lebah aslli berasal dari Nepal.
Bukan perkara mudah untuk bisa memanen madu Gurung ini. Diperlukan keterampilan khusus untuk bisa menjangkau tebing curam, dimana koloni lebah tersebut meletakkan sarangnnya.
Karena harga jualnya yang tinggi, penduduk lokal terutama kaum pria di Nepal memiliki kemampuan luar biasa untuk dapat menaklukkan tebing curam di Himalaya demi memanen madu berwarna keemasan ini.
Baca: Unik, Tawon Ini Hasilkan Sarang yang Berwarna-warni Seperti Pelangi
Area lokasi tebing ini merupakan tempat bersarang lebah Apis Laboriosa, atau dikenal dengan juga sebagai lebah Himalaya.
Apis Laboriosa merupakan lebah penghasil madu berukuran paling besar di dunia. Lebah Apis Laboriosa dewasa memiliki ukuran tubuh mencapai hingga 3 centimeter.
Para pemburu madu di daerah Nepal ini telah mengikuti jejak leluhur mereka sejak ribuan tahun silam bertaruh nyawa untuk memanen madu Gurung.
Baca: Mulailah Konsumsi Madu Setiap Hari! 8 Hal Ini Akan Terjadi Pada Tubuhmu
Meski telah dipanen sejak ribuan tahun koloni lebah dan madu yang dihasilkan ini bisa habis dan akan punah jika tidak di perlakukan dengan baik.
Diketahui terdapat berbagai faktor yang dapat menghambat produksi lebah, termasuk di antaranya yakni perubahan iklim dunia.
Selain itu tingginya permintaan terhadap madu ini dipasaran, serta banyaknya turis yang datang menyerbu kawasan tebing ini untuk berburu madu juga menjadi faktor penghambat.
Baca: Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Balikpapan: Sampah Plastik Terus Meningkat Cemari Perairan
Andrew Newey, seorang fotografer, berhasil berhasil mengabadikan aktivitas memanen madu yang dilakukan oleh penduduk lokal pada tahun 2013 silam.
Fotografer ini berharap melalui foto yang ia hasilkan tidak akan menambah permasalahan yang dihadapi oleh koloni lebah. Selain itu ia mendokumentarikan tradisi panen madu ini sebelum lenyap dimakan zaman.
Tradisi memanen madu ini sangat ekstrem dan berbahaya. Jika terjadi kelengahan bisa berakibat fatal bagi para penduduk.
Selama proses perburuan madu, penduduk tidak menggunakan perlengkapan pelindung khusus yang aman.
Sebelum memulai memanen penduduk lokal juga melakukan ritual keagamaan, seperti mengorbankan seekor domba.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/madu-nepal_20180605_140122.jpg)