Mahasiswi Asal Malang Tewas di Danau Trebgaster Jerman, KBRI akan Bantu Pemulangan Jenazah

KJR akan Bantu pemulangan mahasiswi asal Sukun Malang, yang tewas tenggeam di danau kampus tempat belajarnya di Jerman.

Mahasiswi Asal Malang Tewas di Danau Trebgaster Jerman, KBRI akan Bantu Pemulangan Jenazah
BR.com
Petugas SAR Jerman melakukan pencarian seorang mahasiswi asal Malang tenggelam di Danau Trebgaster, Bavari, Jerman, pada 9 Agustus 2018, setelah dilaporkan hilang sejak 8 Agustus 2018 lalu 

Shinta yang beralamat di Bandulan Gang 12, Sukun, Kota Malang ini sudah lima tahun tidak pulang ke Kota Malang. Ibu almarhumah, Umi Salamah saat ditemui di kediamannya menjelaskan, Shinta berkomitmen tidak pulang sebelum pendidikannya selesai.

“Dia memang komitmen tidak pulang sebelum kuliahnya tuntas,” ujar Umi, Minggu (12/8/2018).

Agaknya, mahasiswa 22 tahun dari Bayreuth di danau mandi Trebgaster pada Rabu sore hanya ingin sedikit mendinginkan karena panas yang berkepanjangan. Tapi mungkin lompatan ke air dingin berakhir dengan tragedi. Sejak 13.30 jam hilang dari wanita muda setiap jejak. Operasi pencarian berskala besar dengan penyelamat penyelamat dan helikopter polisi dimulai sebagai hasilnya, tetapi sejauh ini tidak berhasil. 08.08.2018 © News5 / Fricke
Agaknya, mahasiswa 22 tahun dari Bayreuth di danau mandi Trebgaster pada Rabu sore hanya ingin sedikit mendinginkan karena panas yang berkepanjangan. Tapi mungkin lompatan ke air dingin berakhir dengan tragedi. Sejak 13.30 jam hilang dari wanita muda setiap jejak. Operasi pencarian berskala besar dengan penyelamat penyelamat dan helikopter polisi dimulai sebagai hasilnya, tetapi sejauh ini tidak berhasil. 08.08.2018 © News5 / Fricke (nordbayern.de)

Shinta menempuh pendidikan S1 di Universitas Leipzig. Di sana ia mengambil jurusan kedokteran. Kemudian ia melanjutkan pendidikan spesialis forensik di Universitas Bayreuth. Ia salah satu siswa berprestasi yang mendapat beasiswa ke sana.

Menurut laporan dari media Jerman, Neue Presse Coburg, Shinta dilaporkan hilang sejak Rabu (8/8/2018) oleh dua orang temannya yang pergi bersama ke danau di dekat kampus. Shinta saat itu sedang mandi di sebuah danau kampus. Ia mandi bersama seorang rekannya yang berasal dari Maluku.

Pada sore hari, seorang temannya yang lain tidak bisa menemukan Shinta di sekitar danau. Merasa khawatir, temannya itu kemudian memanggil Shinta dengan pengeras suara. Namun upaya itu juga tidak berhasil.

“Shinta tidak bisa ditemukan teman-temannya sehingga melapor ke pengawas danau untuk dibantu mencari. Semua peralatan canggih dikerahkan, mulai dari helikopter hingga kapal selam mini untuk mencari Shinta,” imbu Umi.

Pencarian terus dilakukan hingga tengah malam, sebanyak 100 personel tim rescue dikerahkan. Meski dengan alat canggih seperti sonar deteksi, deteksi panas hingga kapal selam mini, namun jasad Shinta belum bisa ditemukan. Akhirnya pencarian tersebut harus terhenti pada Kamis pukul 1.00 setempat.

Pagi harinya, tim operasi kembali melanjutkan pencarian. Tim kesulitan mencari korban karena luasnya danau dengan panjang 680 meter dan lebar 220 meter tersebut. Belum lagi kedalamannya lebih dari empat meter.

Namun upaya keras tim penyelamat itu membuahkan hasil setelah menemukan korban sekitar 30 meter dari darat. Begitu ditemukan, jenazah sempat diidentifikasi sebelum seorang rekannya sesama mahasiswa memastikan kalau jenazah adalah Shinta. Korban kemudian dievakuasi dan diselidiki polisi setempat.

Saat ini jenazah Shinta masih disemayamkan di rumah duka di kawasan Kumbalch. Autopsi rencananya dilakukan awal pekan depan. Shinta dijadwalkan tiba di Kota Malang pada Jumat atau Sabtu pekan depan.

Halaman
123
Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved