Sabtu, 11 April 2026

Dollar Naik, Provinsi Kaltim Justru Beruntung, Ini Penjelasan Pengamat

Kendati tidak berdampak negatif kepada Kaltim, lanjut Aji, pemerintah seharusnya sudah bisa memerkirakan potensi kenaikan dollar.

Penulis: Rafan Dwinanto |
Humas MK/Ganie
Aji Sofyan Effendi (kanan) saat menghadiri sidang perbaikan permohonan uji materi UU Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Senin (16/3/2015) di Ruang Sidang Pleno Gedung Mahkamah Konstitusi. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kaltim masuk dalam tiga besar provinsi yang memberikan sumbangan utama terhadap ekspor non migas Indonesia.

Urutan pertama ditempati DKI Jakarta, dengan sumbangan 31 persen. Selanjutnya Jatim dengan 11 persen, dan disusul Kaltim 10,8 persen.

Total 3 provinsi ini lebih 50 persen lebih dari ekspor non migas Indonesia.

Sementara, impor non migas Kaltim, 2017 sebesar 2,1 persen.

"Artinya peran ekspor Kaltim secara nasional cukup dominan. Ini memberi signal, jika ekspor lebih besar sekian persen maka dollar yang masuk lebih besar, ketimbang impor," kata Pengamat Ekonomi Kaltim, Aji Sofyan Effendi.

Menurut dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman (Unmul) ini, di Kaltim tidak terjadi gejolak atau kontraksi ekonomi akibat kenaikan dollar.

"Dengan asumsi, harga sembako harus terjaga, alias tidak inflasi, maka daya beli masyarakat tetap tinggi. Jika inflasi, maka bisa kontraksi. Salah satu pemicu kontraksi itu harga BBM naik. Jadi, jangan sampai harga BBM naik," kata Aji.

Lebih bagus, kata Aji, negara memotong cost recovery yang dibayar ratusan triliun dalam bentuk dollar kepada KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) migas, dibandingkan menaikkan harga BBM.

"Jadi pemerintah lebih baik intervensi di cost recovery dibanding naikkan harga BBM. Karena multiplier effect dari kenaikan harga akan banyak sekali," katanya lagi.

Kaltim, kata Aji, mengalami surplus neraca berjalan lantaran ekspornya lebih besar dibanding impor.

Baca juga:

Tiga Anak Muda Pebisnis Dunia Digital Melejit Masuk Daftar Orang Terkaya di Nusantara

Masuki Usia 41 Tahun, RSUD Abdul Wahab Sjahranie Kebanjiran Pasien dari Luar Kaltim

Hampir Dua Bulan Jalani Masa Tahanan, Gaffar Masih Tetap Jabat Ketua Fraksi dan Ketua DPD Golkar

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved