Gempa dan Tsunami Sulteng
Dapat Dispensasi Kuliah, Mahasiswa Pecinta Alam Asal Samarinda Bergabung dengan Tim SAR di Sulteng
Terdapat delapan mahasiswa pecinta alam yang berangkat guna turut serta dan bergabung dengan tim SAR lainnya.
Penulis: Christoper Desmawangga |
Sejumlah perlengkapan dari Samarinda pun dibawa untuk menunjang aktivitas selama berada di Palu dan sekitarnya, mulai dari kelengkapan keamanan hingga alat kesehatan.
Mahasiswa yang berangkat ke lokasi bencana pun memiliki sejumlah keahlian dibidang SAR, mulai dari water rescue, hingga di bidang kesehatan.
"Kita sudah beberapa kali turut serta dalam proses SAR di lokasi bencana, dan teman-teman yang berangkat juga sudah siap dan paham terkait dengan proses SAR," terangnya.
Nantinya, mahasiswa tersebut akan bertugas hingga tanggal 7 Oktober 2018.
"Rencananya sampai 7 Oktober, nanti lihat kondisi saja. Sampai di sana tentunya kita akan bergabung dengan tim SAR lainnya. Kita juga koordinasi dengan teman-teman Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) di sana," tutupnya. (*)