Polemik Pabrik Semen
7 Fakta tentang Pabrik Semen di Kaltim yang Kini Didemo, Potensi 100 Tahun hingga Alasan Penolakan
Pembangunan pabrik di semen di Kaltim (Kalimantan Timur) kembali mendapat penolakan. Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan 6 tuntutan
Penulis: Doan Pardede | Editor: Januar Alamijaya
Keenam, cabut semua IUP yang ada di karst Sangkulirang, Kalimantan Timur.
Para demonstran juga meminta agar Gubernur mendengarkan aspirasi mereka.
Menanggapi hal itu, Gubernur Kaltim Isran Noor justru tetap santai di lobby kantor Gubernur.
Gubernur Kaltim Isran Noor tetap membiarkan mahasiswa menyampaikan orasi.

"Bagus aja mereka menyampaikan itu. Sudah benar. Tapi yang benar belum tentu pas. Gak apa-apa itu, didengarkan saja," kata Gubernur Kaltim Isran Noor.
Gubernur Kaltim Isran Noor juga tak ada gelagat untuk menemui para mahasiswa yang mengepung gerbang kantor Gubernur Kaltim.
Gubernur Kaltim Isran Noor lebih memilih mendengarkan aspirasi mahasiswa dari balik jendela kantor.
"Dia kan minta didengarkan Gubernur, ya saya sudah dengarkan dari tadi. Saya dengarkan dari jendela, jelas," ucap Isran.
2. Diminati investor
Ada beberapa investor besar yang siap menggolkan rencana pembangunan pabrik semen di Kaltim.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunkaltim.co, salah satunya Semen Bosowa.
Perwakilan dari manajemen Bosowa sudah pernah bertatap muka dengan Gubernur Kaltim, yang saat itu dijabat Awang Faroek Ishak di 2016 lalu.
Selain itu juga ada Semen Kaltim. Sekitar bulan Mei 2017 lalu, Semen Kaltim sedang dalam proses untuk mendapatkan izin dari Pemprov Kaltim.
“Yang punya Semen Kaltim itu pengusaha lokal. Namanya Pak Sigit. Rencananya, dalam pembangunan, ia akan juga bermitra dengan Semen Indonesia, serta ada beberapa investor dari luar,” ujar Syahril, dari Dinas Lingkungan Hidup Kaltim bulan Mei 2017 lalu, seperti dilansir Tribunkaltim.co.
3. Potensi karst Kaltim cukup untuk 100 tahun