Berita Video
VIDEO - Pencuri Spesialis di Masjid, Satu Pelaku Curanmor di Samarinda Ditembak
Pengungkapan itu sendiri dilakukan Unit Reskrim Polsek Samarinda Seberang pada Rabu (10/4/2019) dini hari kemarin.
Penulis: Christoper Desmawangga |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Timah panas terpaksa dikeluarkan oleh Kepolisian kepada pelaku curanmor, akibat melakukan perlawanan dan berusaha kabur.
Pengungkapan itu sendiri dilakukan Unit Reskrim Polsek Samarinda Seberang pada Rabu (10/4/2019) dini hari kemarin.
Dalam kasus tersebut, Kepolisian mengamankan 4 tersangka , diantaranya Andi Ashary (27) yang merupakan otak dari aksi pencurian, lalu DA (17) yang memiliki peran mengantarkan Andi ke lokasi adanya motor.
• Dua Pejabat Eselon II di PPU tak Ikuti Assesment, Ini Alasannya
• Ketua KPU Kukar Sebut Pemilih Pemula Masuk DPK, Ketua Panwascam Meralatnya
• Disambangi Pengedit Video Hoaks Tentang Dirinya, Gus Mus Beri Uang Saku Kepada Pelaku
Selain itu, seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Andi Sugianti (41) juga diamankan karena menadah motor hasil curian tersebut, dan seorang residivis kasus perampokan uang senilai Rp 1,1 Miliar bernama Nurdin Ibrahim (30) juga diamankan karena membeli motor curian dari pelaku.
Nurdin pun harus kembali mendekam di tahanan, padahal dirinya baru saja bebas pada Agustus tahun lalu, setelah divonis 2 tahun penjara.
"Empat pelaku kita amankan, masing-masing pelaku punya peran yang berbeda-beda. Kita amankan dihari yang sama ditempat yang berbeda-beda, tapi masih disekitaran Samarinda," ucap Kapolsek Samarinda Seberang, Kompol Suko Widodo, Kamis (11/4/2019).
"Ada IRT, anak dibawah umur dan mantan tahanan kasus perampokan, yang ini baru keluar tahanan," sambungnya.
• Cari Perlengkapan Outdoor di Balikpapan? Ini Daftar Alamat Gerai Berikut Sejarah Eiger
• Terekam CCTV, Cek Fakta Penculikan Balita 3 Tahun di Bekasi, Pelaku Sempat Belikan Makanan
• Harga Emas Hari Ini 11 April 2019 di Butik Antam Balikpapan Naik Rp 1.000 per Gram
Dari keempatnya, Kepolisian mengamankan 10 motor, serta 3 unit handphone (HP), kunci T, topi dan jaket.
Kawanan tersebut kerap menjual motor ke Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tepatnya di kebun kelapa sawit.
Masing-masing motor dijual dengan harga yang berbeda, tergantung kondisi motor. Namun dijual dengan harga yang sangat miring dari harga aslinya, rata-rata pelaku menjual dari harga Rp 1 Juta - Rp 2 Juta.
"Dijual ke kebun sawit di Wahau. Mereka ini beraksi di beberapa lokasi, beberapa laporan juga telah masuk ke kami, saat ini masih kita kembangkan lagi," jelasnya.
Kawanan pelaku ini kerap beraksi di masjid. Pelaku beraksi saat jemaah masjid sedang menjalankan shalat.
Laporan pertama kasus pencurian itu dilakukan saat korbannya sedang shalat subuh berjamaah di masjid, jalan Hos Cokroaminoto, Kelurahan Baqa, Samarinda Seberang, pada 23 Maret 2019 lalu.
Berawal dari laporan itu Kepolisian mulai melakukan penyelidikan, dan mulai mendapatkan titik terang tentang siapa pelakunya.
"Pelaku ini spesialis beraksi di masjid. Kita lumpuhkan satu pelaku karena saat dilakukan pengembangan, pelaku mencoba kabur, yang kita lumpuhkan si Andi Ashary. Kalau melawan, mau kabur pasti kita tembak, itu perintah saya ke anggota Polsek ini," tegasnya.
• Prakiraan Cuaca BMKG di Balikpapan Kamis (11/4/2019), Hujan Lokal Sejak Pagi Hingga Malam
• Hasil Survei Jokowi dan Prabowo 6 Hari Jelang Pilpres 2019 dari 9 Lembaga, Persaingan Semakin Ketat
• Bonus Rp 18 Miliar Siap Dibagikan untuk Atlet Porprov Kutim
Sementara itu, aksi lainnya dilakukan pada 5 April 2019, di jalan Rukun I, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir, dan pada 10 April 2019 lalu di kawasan Samarinda Seberang.
"Untuk mengungkap kasus ini memang butuh waktu, kita juga dapatkan rekaman CCTV saat pelaku beraksi. Ada rekaman CCTV cukup membantu kita dalam pengungkapan kasus ini," pungkasnya.
Simak Videonya :
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/curanmor-3.jpg)