Pilpres 2019

Partai Demokrat Bersama 02 Sampai 22 Mei dan Ferdinand Hutahaean Tarik Dukungan dari Prabowo-Sandi

Ferdinand Hutahaean menarik dukungan dari Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 lantaran ada yang hina Ani Yudhoyono. Tapi Partai Demokrat tetap dukung.

Partai Demokrat Bersama 02 Sampai 22 Mei dan Ferdinand Hutahaean Tarik Dukungan dari Prabowo-Sandi
Kolase Instagram @ferdinand_hutahaean & @prabowo
Foto Ferdinand Hutahaean dan Prabowo Subianto - Ferdinand Hutahaean mengaku kecewa dengan sikap Prabowo dalam Debat Capres 2019 edisi kedua yang berlangsung, Minggu (17/2/2019) malam. Kali ini Ferdinand Hutahaean pun membuat pernyataan di Twitter tarik dukungan dari Prabowo-Sandi jelang pengumuman Pilpres 2019. 

TRIBUNKALTIM.CO - Kali ini Partai Demokrat dalam posisinya di Pilpres 2019 masih menyatakan berada di barisan Prabowo-Sandi. Kabar sebelumnya, melalui Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat disebutkan, cabut dukungan dari Prabowo-Sandi

Pengumuman pemenang Pilpres 2019 secara resmi akan dilakukan pada 22 Mei nanti, Partai Demokrat pun tersiar kabar soal dukungan jelang pengumuman. 

Tetapi secara tegas pada Senin, Partai Demokrat tetap pada gelombang pasangan Prabowo-Sandi, namun hal ini hanya sampai 22 Mei saja, pas pengumuman hasil Pilpres 2019

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan menekankan, koalisi partai politik dalam pencalonan capres-cawapres akan berakhir seiring pengumuman hasil Pemilu Serentak juga Pilpres 2019.

Hasil Pemilu 2019 akan diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019.

"Saat ini saya luruskan, Demokrat tetap bersama 02, sampai nanti tanggal 22 Mei," kata Hinca, di sela rekapitulasi penghitungan suara tingkat nasional di Gedung KPU RI, Jakarta, Senin (20/5/2019) dini hari, seperti dikutip dari Antara.

Pernyataan itu disampaikan Hinca menanggapi twit Demokrat Ferdinand Hutahaean yang menyatakan tidak lagi mendukung Prabowo-Sandi setelah buzzer di medsos yang melakukan perundungan terhadap istri Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono, yang sedang sakit.

Hinca mengatakan, Partai Demokrat bisa memahami perasaan Ferdinand Hutahaean.

Akan tetapi, secara organisasi, Partai Demokrat akan menuntaskan koalisi dengan partai politik pendukung Prabowo-Sandi hingga 22 Mei 2019.

"Kenapa 22 Mei, karena koalisi partai politik ini memang dimaksudkan untuk capres. Nah peluit terakhir ditiupkan oleh wasit dalam hal ini KPU itu nanti tanggal 22.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved