Breaking News:

Penganiayaan

8 Fakta Penganiayaan Sadis di Jalanan Balikpapan, Sama-sama Tuna Rungu hingga Tak Peduli Ada Warga

Warga Jalan Soekarno Hatta Kota Balikpapan digegerkan oleh pengendara motor yang tewas di jalan, Rabu (12/6/2019) sekitar 01.30 dini hari.

kolase TribunKaltim.co/M Fachri
Lokasi penganiayaan sadis di Jalan Soekarno Hatta KM2 Balikpapan Utara, Kota Balikpapan dan pelaku yang sudah berhasil diamankan petugas 

TRIBUNKALTIM.CO - Warga Jalan Soekarno Hatta KM2 Balikpapan Utara, Kota Balikpapan digegerkan oleh pengendara motor yang tewas di jalan, Rabu (12/6/2019) sekitar 01.30 dini hari.

Mengenakan kaos racing bercelana pendek putih, korban tewas di tempat dalam posisi tengkurap bersimbah darah di jalanan.

Pengendara motor tersebut bukan korban tabrak lari atau jenis kecelakaan lalu lintas lainnya.

Berikut sejumlah fakta seputar tewasnya pengendara motor di jalanan tersebut yang sudah dirangkum TribunKaltim.co :

1. Sejak awal diduga kuat korban penganiayaan

 Saat dikonfirmasi Kapolsek Balikpapan Utara Kompol Supartono Sudin melalui Panit Reskrim Iptu Subari mengatakan diduga kuat pengendara motor tersebut merupakan korban penganiayaan.

Hal itu didapat usai kepolisian meminta keterangan dari beberapa saksi mata di lokasi kejadian.

"Ada 4 orang saksi kita mintai keterangan. Masih gelap ini, cek CCTV juga tak ada yang mengarah ke jalan," ujarnya.

2. Korban ditendang hingga akhirnya tersungkur di aspal

Korban yang diketahui mengendarai motor Yamaha F1 ZR KT 5053 MZ, dari keterangan saksi mata, ia diikuti pengendara motor yang berboncengan.

Saat di TKP motor korban ditendang, hingga membuat korban tersungkur di aspal.

Tak berhenti di situ, kedua orang yang diduga pelaku kejahatan juga melakukan penganiayaan dengan cara memukuli korban hingga tewas bersimbah darah.

Diduga pelaku menggunakan senjata tumpul menghabisi nyawa korban.

"Korban dipukul besi," ujar Subari.

Saat ini pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan intesif.

Sementara jorban dievakuasi ke Rumah Sakit dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan untuk dicari identitas, sekaligus dilakukab otopsi.

Dari keterangan kepolisian korban mengalami cidera berat di kepala, hingga mengeluarkan banyak darah.

"Kami masih kumpulkan keterangan saksi, mulai dari kronologi hingga mengarah ke ciri-ciri pelaku.

Doakan saja bisa segera terungkap," tuturnya. 

3. Identitas korban terungkap

Pengendara motor yang tewas di bilangan KM2 Jalan Soekarno Hatta diketahui identitasnya.

Namanya Marco warga Perumahan Ramayana, Balikpapan Utara.

Baca juga :

BREAKING NEWS: Warga Kota Balikpapan Tewas di Jalan, Motornya Ditendang Lalu Dipukul Pakai Besi

Kekerasan Seksual Pada Anak Terus Terjadi, Ini yang akan Dilakukan Komisi IV DPRD Kaltim

Hal itu diungkapkan Kapolsek Balikpapan Utara Kompol Supartono Sudin, Rabu (12/6/2019) pagi.

Marco diduga merupakan korban penganiayaan yang dilakukan 2 orang tak dikenal.

Ia harus tewas meregang nyawa usai jatuh dari motor, lalu dipukul menggunakan besi oleh kedua pelaku.

4. Pencairan pelaku tak mudah

Hampir 8 jam dari waktu kejadian identitas pelaku belum didapat.

Polisi masih terus melakukan penyelidikan.

Supartono menyebut polisi masih kejar tayang petunjuk di lapangan.

Kasus ini terbilang 'gelap' lantaran keterangan saksi mata tak cukup kuat mengarahkan polisi mengungkap identitas pelaku.

Apalagi ditambah tak ada CCTV yang menyorot ke arah jalan di lokasi kejadian.

Petunjuk di lapangan minim.

"Masih buntu.

Ini anggota (reskrim) terus lakukan pendalaman.

Kumpulkan bahan keterangan.

Dari tadi malam belum ada yang pulang.

Doakan saja, ya," sebutnya.

Tak ada asap bila tak ada api.

Baca juga :

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Tembak Satu Tukang Ojek, Diduga dari Jarak Dekat

3 Hal Pelaku Mutilasi Mayat di Malang, Dari Kerap Ramah ke Anak Sampai Sering Berperilaku Kekerasan

Polisi pun sudah meminta keterangan kepada keluarga dan kerabat korban, apa ada terlibat masalah dengan orang lain belakangan ini.

Namun perwira 1 bunga di pundak ini belum bisa membeberkan hasil penyelidikan yang sementara didapat petugas.

"Itu (tanya kerabat atau keluarga) juga sudah kami lakukan.

Motifnya dia dianiaya karena apa dan apa, masih jauh ya.

Semoga pelakunya bisa segera terungkap, dan kami tangkap.

Itu saja dulu," harapnya.

5. Saksi sempat hendak menolong korban

Paijo (20) masih ingat jelas bagaimana motor korban, Marco (31) ditendang, lalu pelaku dengan bengisnya menganiaya dengan besi motor hingga tewas.

Ia adalah salah satu saksi mata kejadian penganiayaan yang berujung tewasnya korban, Rabu (12/6/2019) sekitar 01.30 Wita di Jalan Soekarno Hatta KM2 Balikpapan Utara, Kalimantan Timur.

Kepada Tribunkaltim.co, Paijo didampingi rekannya Andre (30) mengatakan saat itu mereka berada di lokasi kejadian, tepatnya di pinggir jalan.

Lokasi penganiayaan, Senin (12/6/2019) di Jalan Soekarno Hatta KM2 Balikpapan Utara.
Lokasi penganiayaan, Senin (12/6/2019) di Jalan Soekarno Hatta KM2 Balikpapan Utara. (Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani)

Korban yang mengendarai motor Yamaha F1 ZR KT 5053 MZ melaju dari arah Muara Rapak menuju Batu Ampar. Kala itu korban dipepet pengendara motor lainnya yang merupakan pelaku penganiayaan.

Tiba-tiba motor korban ditendang hingga ia bersama kendaraannya jatuh ke aspal.

Korban dan motor sempat terseret sekira 10 meter.

Kontan Paijo yang melihat kejadian itu bersama beberapa warga di sekitar lokasi kejadian langsung bereaksi.

Mereka berusaha menolong korban yang jatuh tak berdaya di samping motor.

6. Pelaku tak peduli ada warga dan sempat mengancam

Namun di saat yang sama kedua orang pelaku yang menendang motor korban balik arah.

Mereka memutar ke arah korban.

Keduanya dengan cepat mendatangi korban yang tersungkur di aspal.

Tak peduli dengan warga yang berkumpul.

Salah satu di antara pelaku mengangkat besi yang diduga merupakan shock motor.

Mereka sempat mengancam warga yang hendak menolong dengan mengangkat benda tumpul itu.

"Saya itu sudah mau angkat korban itu, mas. Di tanjakan itu pelaku balik arah datangi korban. Saya langsung didorong 2 orang itu. Gak berkata-kata, cuma ada besi di tangannya," beber Paijo.

"Itu memang sudah mereka bawa. Ditaruh di tengah-tengah motor, mas. Dipegang sudah itu," sambungnya.

Lantaran memegang senjata, warga tak berani mendekati pelaku yang kalap memukul kepala menggunakan besi motor sambil menginjak-injak korbannya.

"Membabi-buta pokoknya. Itu gak sampai semenit. Cepat sekali mereka mukul pakai besi motor, begini. Kemudian langsung pergi saat lihat korban tak berdaya," katanya sambil memperagakan saat pelaku menganiaya korban.

Ditambahkan Andre, ia langsung melapor piket jaga kantor Paldam VI.

Tubuh korban sudah tak berdaya bersimbah darah.

Dirinya dan warga sekitar langsung memindahkan tubuh korban yang semula berada persis di tengah jalan ke pinggir, persis di depan parkiran toko elektronik.

"Kepalanya itu, mas, yang memang disasar pelaku. Sadar mereka, gak mabuk, ngelakukan itu," ucapnya.

"Mereka tancap gas ke arah kilo. Kalau gak salah motornya Beat, platnya yang  kurang lihat," tambahnya.

Tak lama berselang polisi Polsek Balikpapan Utara datang ke lokasi kejadian.

Mereka melakukan olah TKP, sementara korban yang sudah tak bernyawa dilarikan ke Rumah Sakit terdekat.

7. Pelaku diamankan

Kedua pelaku penganiayaan berujung tewasnya korban, Marco Fernando Mancini (31) berhasil dibekuk polisi, Rabu (12/6/2019).

"Benar sudah kami amankan kedua pelaku. Saat ini masih diamankan di kantor Polsek Balikpapan Utara," kata Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra melalui Kasat Reskrim AKP Makhfud Hidayat.

Dari pantauan Tribunkaltim.co, di Mapolsek Balikpapan Utara tampak dipadati petugas opsnal mulai dari Polsek Balikpapan Utara, Polres Balikpapan dan Jatanras Polda Kaltim.

Kedua pelaku saat ini berada di ruang opsnal Buser Polsek Balikpapan Utara. Mereka sedang dilakukan pemeriksaan intensif.

Hingga kini kedua pelaku belum bisa ditemui awak media.

"Sabar ya, segera akan kita rilis," tutur Makhfud. (bie)

8. Pelaku dan Korban sama-sama tuna rungu

Siapa sangka kedua pelaku penganiayaan yang berujung dengan tewasnya korban merupakan penyandang tuna rungu.

Bahkan tak hanya pelaku, korban Marco Fernando Mancini (31) juga tuna rungu.

Dari informasi yang dihimpun Tribunkaltim.co kedua pelaku berinisial SR (30) dan RM (38).

Belakangan diketahui korban dan pelaku tergabung dalam komunitas tuna rungu yang sama.

Pelaku SR diamankan tim opsal gabungan di rumahnya di Jalan Klamono Balikpapan Utara.

Sementara RM yang mengetahui rekannya diamankan polisi, menyerahkan diri ke kantor Polsek Balikpapan Utara.

Diduga kedua pelaku sudah merencanakan penganiayaan tersebut dengan matang.

Dari proses membuntuti korban, hingga menyiapkan alat eksekusi berupa besi panjang sekira 50 cm dengan salah satu ujungnya diberi karet ban.

Sementara saat dikonfirmasi Kapolsek Balikpapan Utara Kompol Supartono Sudin mengatakan belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Sebab pihaknya masih fokus meminta keterangan kedua pelaku.

"Belumlah, ya. Masih di dalami dengan anggota," katanya saat ditemui di Mapolsek Balikpapan Utara.

Persoalan komunikasi jadi kendala dalam pemeriksaan kedua pelaku.

Informasi terakhir polisi bakal mendatangkan ahli bahasa khusus penyandang tuna rungu untuk membantu pemeriksaan.

"Melihat kondisi begini, pastinya perlu ahli bahasa khusus," ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan kedua tersangka masih di ruang jatanras Polsek Balikpapan Utara. (bie)

(TribunKaltim.co/Doan Pardede)

Subscribe official YouTube Channel

Baca Juga

BREAKING NEWS: Warga Kota Balikpapan Tewas di Jalan, Motornya Ditendang Lalu Dipukul Pakai Besi

Furry Setya 'Mas Pur' Buka Suara Setelah Nikahi Dwinda Ratna, 'Mending Kelaparan daripada Kehujanan'

Perbincangan Irfansyah dan Kivlan Zen di Mobil, Jamin Istri dan Anak Bila Membunuh Yunarto Wijaya

TERPOPULER - Lolos Dari Aksi Pemerkosaan, Korbannya Nekat Gigit Lidah Hingga Kemaluan Pelaku

TERPOPULER Ifan Seventeen & Citra Monica Divisum atas Laporan Dugaan Perzinaan, Bagaimana Hasilnya?

Penulis: Doan Ebenezer Pardede
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved