Laka Maut di Tol Cipali

Laka Maut di Cipali, Sofian Rahadi Baru Tahu Ayah dan Adik Tewas Saat Lihat Bendera Kuning di Rumah

Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman ayah dan anak korban kecelakaan maut di ruas Tol Cipali bernama Heruman (59) dan Reza Pahlevi.

TRIBUNKALTIM.COBEKASI UTARA - Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman ayah dan anak korban kecelakaan maut di ruas Tol Cipali bernama Heruman (59) dan Reza Pahlevi.

Keduanya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Perwira, Jalan Raya Kaliabang, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Senin (17/6/2019).

Pemakaman dilakukan sekitar pukul 18.47 WIB, setelah sebelumnya disalatkan di Masjid Baiturrohman, Perumahan Taman Wisma Asri, Bekasi Utara selepas salat magrib.

Pantauan TribunJakarta.com, sejumlah keluarga, kerabat hingga teman dekat ramai mengiringi jenazah korban menuju tempat peristirahat terakhirnya. Isak tangis mulai pecah ketika liang lahat mulai ditutup diiringi bacaan tahlil yang dibacakan.

Sofian Rahadi (33) anak pertama Heruman mengatakan, dia merasa sangat tekejut atas kejadian kecelakaan hingga menghilangkan nyawa dua orang anggota keluarganya sekaligus.

"Sempat syok (terkejut), baru dapat kabar tadi pagi sekitar pukul 06.00 WIB, enggak dikasih tahu apa-apa cuma disuruh ke Bekasi karena saya tinggal di Bintaro, pas sampai rumah udah lihat bendera kuning baru dikasih tahu sama ibu dan adik saya nomor dua," kata Sofian.

Heruman meninggal di usia 59 tahun, dia memiliki empat orang anak, Reza adalah anak ketiga.

Saat kejadian, keduanya hendak pulang berlibur dari Kawasan Wisata Dieng Wonosobo bersama kerabat keluarga lainnya.

Selain Heruman dan Reza, empat orang sepupunya yang berangkat satu mobil ikut tewas dalam kecelakaan maut tersebut. Keempatnya yakni Rafi (22), Radit (22), Dafa (21) dan Irfan (22).

Namun pihak keluarga berusaha tegar atas kejadian pilu ini. Sofian menjelaskan, dia dan anggota keluarga ikhlas atas meninggalnya keluarga serta sepupu akibat tabrakan maut di ruas Tol Cipali.

"Yang pernting sekarang kita doain alhmarhum mudah-mudahan mereka diterima Allah SWT, saya ikhlas karena umur sudah ada yang ngatur, mudah-mudahan, saya dan ibu saya bisa mengiklaskan," ujar dia.

Berikut Videonya:

Halaman
1234
Editor: ade mayasanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved