PPDB Online

PPDB Online di Balikpapan, Pendaftaran SMP Membeludak, Orangtua Calon Siswa Sebut Ribet dan Sulit

Para orangtua berduyun-duyun mendatangi SMP Negeri 3 Balikpapan bahkan sejak pagi tadi demi PPDB Online, hari ini pendaftaran PPDB Online.

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Hari pertama PPDB Online di Kota Balikpapan, antrean untuk pendaftaran di SMP negeri membludak.

Salah satunya PPDB Online di SMP Negeri 3 Balikpapan, Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara, Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (30/6/2019).

Para orangtua berduyun-duyun mendatangi SMP Negeri 3 Balikpapan bahkan sejak pagi tadi demi PPDB Online.

Aktivitas di sekolah tersebut padat baik dari orangtua murid yang sibuk mendaftar maupun para petugas yang sibuk melayani para pendaftar.

Berdasarkan pantauan Tribunkaltim.co, dilokasi, bampak seluruh tempat mulai tempat informasi PPDB Online.

Tempat pendaftaran hingga tempat pemberkasan dipenuhi para orangtua murid untuk PPDB Online.

"Ramainya mulai pagi tadi mas, ratusan orang yang datang sehak pagi tadi," ujar salah seornag petugas di SMPN 3 tersebut.

Ketua Panitia PPDB SMPN 3 Balikpapan, Riyanto menjelaskan terkait zonasi PPDB Online di sekolah tersebut.

Dia mengatakan untuk zonasi SMPN 3 Balikpapan meliputi Kelurahan Gunung Samarinda RT 24, 25, dan 42.

Suasana hari pertama PPDB Online di SMPN 3 Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (1/7/2019) pagi.
Suasana hari pertama PPDB Online di SMPN 3 Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (1/7/2019) pagi. (TribunKaltim.Co/Aris Joni)

Sedangkan zona pada radiusnya meliputi dua kecamatan yakni Kecamatan Balikpapan Utara dan Balikpapan Tengah.

"Kalau Balikpapan Utara meliputi kelurahan Gunung Samarinda, Gunung Samarinda Baru (GSB), dan Muara Rapak. Sedangkan di Kecamatan Balikpapan Tengah meliputi kelurahan Karang Jati dan Sumber Rejo," jelasnya.

Sementara itu, Mardiana, salah satu orangtua murid mengatakan, dirinya tiba di sekolah tersebut.

Tiba sekitar pukul 08.00 Wita dan suasana sekolah sudah ramai dipadati para orangtua untuk lakukan pendaftaran.

Dan pada saat ia tiba saja, antrean sudah banyak yang lakukan pendaftaran.

Jam segitu saja sudah ramai, parkir motor sudah penuh.

Suasana orangtua dan calon siswa dihari pertama PPDB Online di SMPN 3 Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (1/7/2019) pagi.
Suasana orangtua dan calon siswa dihari pertama PPDB Online di SMPN 3 Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (1/7/2019) pagi. (TribunKaltim.Co/Aris Joni)

"Barusan tahun ini saya liat orangtua sibuk semua daftarin anaknya sampai berjam-jam," ungkapnya.

Diakuinya, sistem pendaftaran saat ini menurutnya semakin mempersulit baik dari segi prosedur maupun persyaratannya.

Bagaimana tidak ucap dia, untuk yang wilayah zonasi satu saja ada persyaratannya, belum lagi yang zonasi radius.

Kemudian untuk jalur prestasi atau olahraga juga ada persayaratannya sendiri, sehingga ia merasa bingung untuk melengkapi persyaratannya.

Calon siswa dan orang tua antre verifikasi data PPDB Online di SMAN 1 Balikpapan, Kalimantan Timur pada Senin (1/7/2019) pagi. Pada hari pertama pelaksanaan PPDB sekolah favorit dipadati siswa dan orang tua yang mendaftar.
Calon siswa dan orang tua antre verifikasi data PPDB Online di SMAN 1 Balikpapan, Kalimantan Timur pada Senin (1/7/2019) pagi. Pada hari pertama pelaksanaan PPDB sekolah favorit dipadati siswa dan orang tua yang mendaftar. (Tribunkaltim.co/Fachmi Rachman)

"Tambah ribet aja pendaftarannya sekarang. Gak kaya dulu," ucapnya.

Terpisah, Subandi yang juga salah satu orangtua murid terpaska harus pasrah dan merelakan anaknya tidak diterima di SMP Negeri 3 Balikpapan.

Ia mengatakan, alasan ditolaknya anaknya tersebut karena persayaratan Kartu Keluarga (KK) yang ia miliki masih tergolong baru.

"Ya ditolak karena KK daya baru empat bulan, sedangkan syaratnya minimal enam bulan. Bingung mas mau daftar kemana lagi," keluhnya.

Adapun Herman, orangtua murid yang mendaftar di SMPN 3 Balikpapan dan masih bingung saat disuruh mendaftar PPDB Online.

Herman mengaku, dirinya kesulitan dalam melakukan pendaftaran secara online oleh petugas.

Pasalnya, ia tidak mengerti proses pendaftaran dan mengisi pendaftaran di PPDB Online tersebut.

"Saya bingung sama daftar onlinennya, gak ngerti aku. Zaman kita dulu gak ada pakai online-online segala, ini semakin ribet," pungkasnya.

Penjelasan Kadisdikbud

Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online telah dimulai. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan Muhaimin menyebutkan hari ini laporan terbanyak yakni Kartu Keluarga (KK) yang belum sampai enam bulan, Senin (1/7/2019).

"Hari ini masalah paling banyak laporan KK yang belum enam bulan. tadi saya sampaikan masyarakat kalau pindah domisili mereka harus juga perbaiki KK," kata Kepala Disdikbud Balikpapan Muhaimin.

Sebab peraturan syarat PPDB Online baik dari Permendikbud dan Perwali KK pindah minimal enam bulan.

"PPDB online dasarnya KK rata-rata warga minta kebijakan baru, harus bisa tempat yang baru dengan KK yang lama. Padahal Permendikbud dan Perwali minimal enam bulan. Ya tetap sesuai KK nanti kalau sudah enam bulan naik semester atau satu tahun baru bisa dipindahkan," ungkap Kepala Disdikbud Balikpapan Muhaimin. 

Suasana PPDB Online di sebuah sekolah di Balikpapan
Suasana PPDB Online di sebuah sekolah di Balikpapan (Tribunkaltim.co, Fachmi Rachman)

Kepala Disdikbud Balikpapan Muhaimin mencotohkan warga yang awalnya tinggal di Kampung Baru dan pindah ke Manggar seharusnya juga mengurus pindah KK.

"Mau tidak mau harus sekolah di tempat yang lama, setelah enam bulan baru bisa pindah," kata Kepala Disdikbud Balikpapan Muhaimin.

Selama ini tidak ada gangguan server. Hanya server SMK yang sempet error sebentar pada pukul 08:45 Wita baru bisa.

Kepala Disdikbud Balikpapan Muhaimin mengatakan, semua proses PPDB Online lancar. SMAN 1 Balikpapan dan SMPN 1 Balikpapan memang menjadi sekolah favorit.

Banyaknya warga sampai membludak karena kecenderungan daftar hari pertama. "SMPN 1 Balikpapan kan terima lintas zona prestasi. Pasti mau tahu urutan berapa. Kalau hari kelima tidak masuk berkas bisa cabut dan pindah sesuai zona," kata Kepala Disdikbud Balikpapan Muhaimin.

Penulis: Aris Joni
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved