Dendam Seluruh Keluarganya Diancam Akan Dibunuh, Pelajar SMP ini Bunuh Kepala Dusun
TG mengaku pembunuhan itu dilakukan atas dasar dendam karena korban pernah mengancam akan membunuh seluruh keluarga tersangka.
TRIBUNKALTIM.CO - Kepolisian Resor Nias, Sumatera Utara, mengamankan TG, seorang pelajar SMP yang menusuk Kepala Dusun Tiga di Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Laia (25) di Pekan Desa Tetehosi, Kecamatan Idanogawo, hingga tewas, Rabu (3/7/2019).
Kepada polisi, TG mengaku pembunuhan itu dilakukan atas dasar dendam karena korban pernah mengancam akan membunuh seluruh keluarga tersangka.
Semenjak ancaman itu, pelaku berniat melakukan tindakan dengan menikam korban di bagian belakang hingga tewas di tempat.
"Kejadian kemarin, petugas setelah dari tempat kejadian perkara langsung mengejar pelaku dan tertangkap," kata Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, di Mapolres Nias, Kamis (4/7/2019).
Deni mengatakan, kejadian itu berawal saat TG bertemu dengan Laia di Pekan Desa Tetehosi.
Saat bertemu, TG langsung menusuk Laia.
TG diduga telah mempersiapkan pisau tersebut.
Melihat korban tersungkur, pelaku kemudian lari ke hutan dan membuang pisau tersebut.
Korban dibawa ke puskesmas untuk mendapat perawatan.
Namun, nyawa korban tidak tertolong.
Mendapat laporan itu, Unit Reskrim Polsek Idano Gawo dan Satuan Reskrim Polres Nias melakukan pengejaran dan mengamankan pelaku di dalam hutan yang merupakan tempat persembunyian pelaku.
Anak bunuh ayah kandung
Kasus anak membunuh ayah kandung belakangan ini mencuat di tanah air.
Ironisnya lagi, kasus anak membunuh ayah kandung terjadi di bulan Ramadhan, tepat beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Kejadian yang baru-baru ini terjadi menimpa keluarga di Mataram, Nusa Tenggara Barat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kapolres-nias-akbp-deni-kurniawan.jpg)