Pilpres 2019
Inilah Sosok yang Buat Prabowo Berdiri dan Hormat saat Ketemu Jokowi, Haru 2 Anak Sahabatnya Ketemu
Prabowo tiba-tiba saja meninggalkan meja makan saat ia tengah makan bersama Presiden Jokowi. Ia langsung hormat menghampiri seorang pria berbaju putih
TRIBUNKALTIM.CO - Ada momen menarik saat pertemuan perdana Jokowi dan Prabowo usai Pilpres 2019 pada, Sabtu (13/7/2019).
Mantan Calon Presiden Prabowo Subianto tiba-tiba saja meninggalkan meja makan saat ia tengah makan bersama Presiden Jokowi.
Ia langsung hormat menghampiri seorang pria berambut putih.
Prabowo pun langsung bersalaman dengan pria tersebut dan bercipika-cipiki dengan pria tersebut.
Mereka berdua pun tampak mengobrol berdua dengan akrab.
Prabowo pun langsung membawa pria tersebut ke meja Presiden Jokowi.
Prabowo terlihat membicarakan hal serius dengan Presiden Jokowi terkait pria tersebut.
Pria tersebut pun tampak memperkenalkan Prabowo pada Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi juga tampak akrab dengan pria tersebut sambil menepuk bahu pria memakai baju merah jambu itu.
Video itu direkam oleh TV One yang kemudian dibagikan oleh mantan presenter Tv Putra Nababan di akun Instagramnya.
Ternyata pria berambut putih dan gondrong itu merupakan mantan jurnalis senior Panda Nababan yang juga merupakan politisi PDI Perjuangan.
Anak kandung Panda Nababan, Putra Nababan pun menceritakan pertemuan ayahnya dan tokoh-tokoh besar Indonesia itu.
“Kakek bernama Panda Nababan ini datang mendadak ke lokasi makan siang karena ia merasa bangga dan terharu kedua sahabatnya ini akhirnya bertemu dalam suasana yg hangat. Pak Panda ini sohib lama saya, kata Pak Prabowo pada Pak Jokowi,” ungkap Putra dalam akun Instagramnya @putranababan74.
Pun Panda membincangkan sesuatu kepada Presiden Jokowi dan Prabowo dalam pertemuan yang disebut rekonsiliasi itu.
“Pak Panda kemudian menyampaikan kepada Pak Jokowi dan Pak Prabowo kebahagiaan masyarakat Indonesia menyaksikan secara langsung kedua pemimpin ini bertemu dan ngobrol akrab di MRT,” kata Putra.
Hal itupun kata Putra diceritakan oleh Panda dengan semangat kepada cucuk, anak dan menantunya.
“Terima kasih papà sudah berbagi cerita untuk anak-anak dan kami. Kiranya Tuhan Allah selalu menyertai dan memimpin Papa dalam tugas-tugas negeri kita yang sudah pasti tidak ada selesainya,” tandas Caleg dari PDI Perjuangan itu.
Baca juga :
Pergi dari Prabowo dan Niat Bergabung ke Jokowi, Ternyata Ini Deretan Jabatan yang Diincar oleh PAN
Tanggapi Pidato Kebangsaan, Koalisi Masyarakat Sipil Ini Minta Jokowi Tindak Jual Beli Kursi Sekolah
Makan Nasi Pecel dan Lontong Cap Gomeh
Dikutip dari Kompas.com Jokowi dan Prabowo Subianto yang jadi rivalnya di Pilpres 2019 makan siang bersama di restoran Sate Khas Senayan, FX, Jakarta Selatan, Sabtu (13/7/2019).
Keduanya tampak menyantap makanan di satu meja yang sama.
Mereka menyantap Jajanan ada ongol-ongol, mendut, dan cenil.
Minuman teh sama air mineral.
Kemudian ada juga goreng-gorengan, lalu ada tahu pong.
Sedangkan untuk makanan berat ada empat yakni ada lontong cap gomeh, nasi langgi, nasi pecel empal, dan nasi kuning campur, plus sate kambing serta sate ayam,
Dalam perjamuan makan siang itu, Jokowi dan Prabowo ditemani Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir duduk berdampingan.
Kemudian tampak juga Sekretaris Kabinet Pramono Anung, politisi Partai Gerindra Edhy Prabowo, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Sebelumnya, Presiden Jokowi dan Prabowo bertemu di stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, sekitar pukul 10.00 WIB.
Keduanya sama-sama menaiki MRT kemudian bertolak ke stasiun Senayan.
Setelah memberikan pernyataan pers selama sekitar 10 menit, Jokowi dan Prabowo berjalan kaki menuju FX Sudirman untuk santap siang bersama.
Baca juga :
Bertemu Jokowi, Prabowo Pun Diserang, Andre Rosiade: Gerindra Tak Gampang Tergoda Kursi Kabinet
Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo Ternyata Belum Bisa Redam Hoaks Provokatif di Medsos, Polri Deteksi Ini
Prabowo Siap Bantu Jokowi untuk Kepentingan Rakyat
Niat Presiden Jokowi bertemu Prabowo Subianto sejak pemungutan suara Pilpres 2019 pada 17 April lalu, akhirnya terwujud pada Sabtu (13/7/2019).
Pertemuan dua mantan calon presiden itu digelar di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (13/7/2019) pagi.
Saat memberikan keterangan kepada wartawan, Prabowo Subianto mengatakan siap membantu Jokowi untuk kepentingan rakyat.
"Kami siap membantu kalau diperlukan, Pak. Untuk kepentingan rakyat," ujar Prabowo seperti ditulis Wartakotalive.com.
Prabowo Subianto juga mengucapkan selamat bekerja kepada Jokowi.
Berikut ini pidato lengkap Jokowi dan Prabowo Subianto dalam pertemuan tersebut.
Presiden Jokowi:
Bismilahirohmanirohim,
Asalamualaikum warohmatulohi wabarokatuh
Bapak ibu dan saudara sekalian, seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai.
Pertemuan saya dengan Bapak Prabowo Subianto pada pagi hari ini adalah pertemuan seorang sahabat.
Pertemuan seorang kawan. Pertemuan seorang saudara, yang sebetulnya ini sudah kita rencanakan lama.
Tetapi Pak Prabowo juga sibuk, kemarin mondar-mandir ke luar negeri.
Saya pun juga begitu, perga-pergi dari Jakarta ke daerah, dan ada juga yang keluar.
Sehingga pertemuan yang telah lama kita rencanakan itu belum bisa terlaksana, dan alhamdulilah pada pagi hari ini kita bisa bertemu dan mencoba MRT.
Karena saya tahu, Pak Prabowo belum pernah mencoba MRT.
Yang kedua, setelah kontestasi kompetisi di Pilpres, kita tahu, kompetisi di Pilpres adalah kompetisi yang harus ngomong apa adanya.
Kompetisi yang sangat keras, baik di antara kami maupun di antara para pendukung.
Oleh sebab itu, setelah pilpres usai, silaturahmi antara saya dengan Bapak Prabowo Subianto bisa kita satukan pada hari ini. Alhamdulillah.
Sekali lagi sebagai sahabat, sebagai kawan, sebagai saudara, saya sangat berterima kasih sekali atas pengaturan, sehingga kami bisa bertemu dengan Bapak Prabowo Subianto.
Dan kita juga berharap agar para pendukung juga melakukan hal yang sama. Karena kita adalah saudara sebangsa dan setanah air.
Tidak ada lagi yang namanya 01.
Tidak ada lagi yang namanya 02.
Tidak ada lagi yang namanya cebong.
Tidak ada lagi yang namanya kampret.
Yang ada adalah Garuda Pancasila.
Kita rajut, kita rajut, kita gerakkan kembali, persatuan kita sebagai sebuah bangsa.
Karena kompetisi global, kompetisi antar-nergara sekarang ini semakin ketat.
Sehingga memerlukan sebuah kebersamaan dalam memajukan negara ini, dalam membangun negara yang kita cintai.
Saya rasa itu sedikit yang bisa saya sampaikan.
Assalamualaikum warohmatulohi wabarokatuh.
Prabowo Subianto:
Bismilahirohmanirohim
Assalamualaikum warohmatulohi wabarokatuh
Salam sejahtera untuk kita sekalian
Shalom, Om Swastiastu.
Yang saya hormati Bapak Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, saudara-saudara sekalian, sebangsa dan setanah air.
Hari ini, sebagaimana saudara-saudara saksikan, saya dan Pak Joko Widodo bertemu di atas MRT.
Ini juga gagasan beliau.
Beliau tahu bahwa saya belum pernah naik MRT.
Jadi saya terima kasih, Pak. Luar biasa.
Kita bangga bahwa Indonesia akhirnya punya MRT, yang bisa membantu kepentingan rakyat.
Walaupun pertemuan ini seolah-olah tidak formal, tetapi saya kira memiliki suatu dimensi dan arti yang sangat penting.
Ada yang bertanya kenapa Pak Prabowo belum mengucapkan selamat atas ditetapkannya Pak Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia untuk 2019-2024.
Saya katakan, saya ini bagaimanapun ada ewuh pakewuh, ada tata krama. Jadi kalau ucapan selamat, maunya langsung, tatap muka.
Jadi.... jangan sedikit-sedikit....
Jadi... saudara-saudara....
Tadi dikatakan oleh beliau, bahwa kita bersahabat, dan kita berkawan.
Memang kenyataannya seperti itu.
Jadi kalau kita kadang-kadang kita bersaing, kadang-kadang saling mengkritik, itu tuntutan politik, itu tuntutan demokrasi. Demikian kan?
Tetapi sesudah kompetisi, sesudah bertarung dengan keras, kadang-kadang, tapi kita tetap dalam kerangka keluarga besar Republik Indonesia.
Kita sama-sama anak bangsa.
Kita sama-sama patriot.
Kita sama-sama ingin berbuat terbaik untuk rakyat dan Bangsa Indonesia.
Saya mengerti banyak yang mungkin masih emosional, dan kita mengerti banyak hal yang kita harus perbaiki.
Tapi intinya, saya berpendapat, bahwa antara pemimpin kalau hubungannya baik, kita saling mengingatkan.
Kalau beliau mau ketemu saya, ya saya juga akan memanfaatkan untuk menyampaikan hal-hal demi kebaikan bersama.
Saya ucapkan selamat bekerja.
Saya juga ucapkan selamat, tambah rambut putih, Pak.
Saudara-saudara, menjadi Presiden itu adalah mengabdi.
Jadi masalah yang beliau pikul besar. Kami siap membantu kalau diperlukan, Pak. Untuk kepentingan rakyat.
Tapi kalau kami, juga minta maaf Pak, kalau kami mengkritisi Bapak, sekali-sekali.
Kan demokrasi butuh checks and balances. Saya kira demikian dari saya.
Tanggapan Presiden Jokowi
Saya kira sudah jelas dan gamblang semuanya. Saya kira tidak ada pertanyaan lagi. (*)
Subscribe Official YouTube Channel:
Baca juga:
Ponsel Vivo S1 akan Lahir 16 Juli 2019, Seperti Apa Spesifikasi dan Harga Smartphone, Ini Ulasannya
Kontes Miss Korea Menuai Protes, Gara-gara Pakaian Tradisional, Hanbok yang Disebut Terlalu Seksi
BREAKING NEWS Toyota Fortuner dan Truk Adu Banteng di Km 67 Kukar, Sopir Kejepit Tak Bisa Keluar
SORE INI, Matahari Tampak Tepat di Atas Kabah, Berikut Cara Memperbaiki Kiblat di Rumah
Hari Pertama Masuk Sekolah, Mohammad Fatah Sempat Marah Karena Celana Seragam Kebesaran
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Di Pertemuan dengan Jokowi, Prabowo Tertangkap Kamera Hormat pada Politisi Senior PDIP