Kamis, 30 April 2026

Jadi Inspektur Upacara, Anies Baswedan Ingatkan Ketegasan Satpol PP, Bukan Kebengisan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan Satpol PP untuk menjaga ketegasan dalam menegakkan aturan, tanpa kebengisan.

Tayang:
Editor: Rafan Arif Dwinanto
(Facebook Anies Baswedan)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat jadi pembicara di world cities summit mayor forum (WCSMF), Kolombia 

TRIBUNKALTIM.CO - Jadi Inspektur Upacara, Anies Baswedan Ingatkan Ketegasan Satpol PP, Bukan Kebengisan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan Satpol PP untuk menjaga ketegasan dalam menegakkan aturan, tanpa kebengisan.

Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP DKI Jakarta memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-69 dan Satuan Perlindungan Masyarakat memperingati hari ulang tahun ke-57, di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2019).

Peringatan itu mengambil tema “Dirgahayu Satpol PP ke-69 dan Satlinmas ke-57: Kita Tegakkan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah dengan Humanis untuk Mewujudkan Jakarta sebagai Ibu Kota yang Dinamis, Aman, Berbudaya, dan Lestari”.

Pada peringatan itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam sambutannya, Anies meminta agar Satpol PP bertanggung jawab dalam menegakkan peraturan.

"Saya ingin menggarisbawahi kepada saudara-saudara yang bertugas di lapangan sebagai Satpol PP, bahwa saudara-saudara bertanggung jawab menegakkan peraturan.

Saudara-saudara adalah wajah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," ucap Anies.

Ia mengingatkan bahwa meski tugas Satpol PP menegakkan aturan namun harus dilakukan dengan cara yang beradab.

"Saudara-saudara hadirkan ketegasan.

Tapi ketegasan tidak selalu hadir bersama dengan kebengisan.

Ketegasan diwujudkan keteguhan memegang aturan.

Melaksanakan dengan cara yang beradab," kata dia.

Anies menyebutkan, DKI Jakarta memang kota yang kompleks untuk menegakkan aturan karena berperan sebagai ibu kota dan sebagai pusat kegiatan perekonomian.

"Masalah mendasar di Jakarta yang terkait ketenteraman dan ketertiban adalah terkait pemanfaatan ruang publik dan pemanfaatan fasilitas publik yang karena ketidakdisiplinan masyarakat di dalam berusaha.

Satpol PP Copot Puluhan Spanduk di Ruas Jalan Protokol Sangatta

DPRD Soroti Anggaran Operasional Satpol PP Hanya Rp30 Juta, Pemkot Ajukan Tambahan Anggaran

DPRD Bontang Kritik Anggaran Operasional Satpol PP Hanya Rp 30 Juta, Pemkot Usul Tambahan

Di dalam mencari nafkah yang tidak selalu sesuai dengan Peraturan Daerah yang ada," kata Anies.

"Karena itu, Pemprov DKI Jakarta memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memastikan ketertiban dan ketenteraman terjaga, serta Peraturan Daerah terlaksana dengan baik.

Itu sebabnya kehadiran Satpol PP menjadi instrumental," ujar Anies.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkekeh saat Pembawa Acara E Talk Show, Wahyu Muryadi atau Om Way tiba-tiba tanya kesiapannya maju di pemilihan presiden (pilpres) 2019. Hal tersebut seperti tampak dalam siaran langsung E Talk Show yang tayang di tvOne, Jumat (26/7/2019) malam.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkekeh saat Pembawa Acara E Talk Show, Wahyu Muryadi atau Om Way tiba-tiba tanya kesiapannya maju di pemilihan presiden (pilpres) 2019. Hal tersebut seperti tampak dalam siaran langsung E Talk Show yang tayang di tvOne, Jumat (26/7/2019) malam. ((YouTube Talk Show tvOne))

Anies Disarankan Tiru Beijing

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno ikut angkat bicara soal polusi udara yang dialami Jakarta.

Sandiaga juga menyarankan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk meniru langkah Beijing atasi polusi udara.

Mantan Gubernur DKI Jakarta Sandiga Uno mengapresiasi langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang telah mengeluarkan instruksi dalam menangani persoalan polusi udara di Jakarta.

"Allhamdulilah kemarin Gubernur, Pak Anies sudah mengeluarkan instruksi gubernur.

Mudah-mudahan itu solusi yang segera berkaitan dengan kualitas udara,” kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiga saat dihubungi, Jumat (2/8/2019), seperti dikutip Antara.

Sandiga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mampu mencontoh Beijing saat akan mengadakan Olympiade pada tahun 2008 dalam mengatasi permasalahan polusi udara.

“Memang beberapa bulan ini dengan keadaan cuaca yang belum hujan dan pengaruh polusi dari kendaraan bermotor maupun dari pabrik di sekitar Jakarta.

Polusinya naik sampai masuk katagori tidak sehat.

Beijing saat akan menggelar Olympiade 2008 dihadapkan permasalahan polusi juga.

Dan Beijing bisa mengatasinya, kenapa Jakarta gak,” kata Sandiaga.

Sandiaga menilai, buruknya polusi udara di Jakarta saat ini didominasi kendaraan bermotor dan karena keberadaan pabrik di sekitar Jakarta.

Bebas Ganjil Genap Apakah Kendaraan Listrik Murni atau Termasuk Hibrida Plug-in, Tunggu Saja Anies

Soal Transportasi, Anies Baswedan Ingin Jakarta Tiru Singapura, Batasi Usia Kendaraan, Ini Bedanya

Listrik Masih Padam, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Ingatkan Warganya Tak Konsumsi Makanan Basi

“Buruknya polusi ini disebabkan karena banyaknya kendaraan sebanyak 50 persen dan 50 persen karena pabrik di sekitar Jakarta,” ujarnya.

Untuk mengatasi permasalahan polusi udara, Sandiaga mengimbau masyarakat untuk beralih ke kendaraan umum.

Dan mulai menanggalkan kendaraan pribadinya serta ikut aktif berperan dalam melakukan penghijauan.

“Saat ini kan sudah ada MRT dan sudah ada Transjakarta, masyarakat diminta untuk meninggalkan kendaraan pribadi dan lebih memilih untuk menggunakan transportasi umum.

Sehingga Jakarta jadi lebih sehat,” kata Sandiaga.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mengeluarkan Instruksi Gubernur ( Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 pada Kamis (1/8/2019).

Ingub ini berisi sejumlah instruksi kepada kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk mengatasi polusi udara di Jakarta. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved