Klinik Pengobatan Umum Diduga Jadi Lokasi Aborsi, Polisi Temukan Obat Mules dan Gumpalan Darah

Tempat praktek aborsi di sebuah klinik di Tambun, Kabupaten Bekasi berhasil dibongkar Unit Reskrim Polsek Tambun.

TRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGA
ILUSTRASI - TS (21) mahasiswi semester VIII salah satu perguruan tinggi negeri dijadikan tersangka kasus aborsi, Rabu (28/3/2018). 

Banyak alasan bisa terjerumus seperti itu, sebagai dasarnya bahwa anak-anak seperti itu tidak paham dengan siapa mereka harus bergaul.

"Kemudian, mereka tidak mengenali diri sendiri dan sekitarnya. Paling lebih bahaya lagi, mereka meniru prilaku itu dari hal-hal yang ada di sekitar mereka," ujarnya.

BACA JUGA:

Ini Kronologi Pengungkapan Kasus Aborsi di Balikpapan, Satu Pasien Berhasil Digagalkan

Ibu Ini Menolak Melakukan Aborsi Ketika Tahu Bayinya Memiliki Kelainan, Lihat Apa yang Terjadi

Kisah Pencarian Jasa Aborsi Lewat Internet, Bayar Rp 4 juta, Dilayani Pria Berjas Dokter

TS (21) mahasiswi semester VIII salah satu perguruan tinggi negeri dijadikan tersangka kasus aborsi, Rabu (28/3/2018).
TS (21) mahasiswi semester VIII salah satu perguruan tinggi negeri dijadikan tersangka kasus aborsi, Rabu (28/3/2018). (TRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGA)

Patria Rahamwaty pun menambahkan, apalagi dengan teknologi yang semakin canggih, mereka mendapatkan informasi dan tanyangan tentang seksual di jalan yang salah.

Menurutnya, Pendidikan seks bagi dunia remaja itu dipeesepsikan negatif. Karena mereka berfikir bagaimana mereka mencoba. Seharusnya bagaimana menolak itu supaya tidak terjadi.

"Sekarang ini informasi beredar bebas dimasyarakat dari youtobe, apa saja ada disana.
Ini membuat remaja yang menutup diri dan bertemu teman yang tidak tepat, dan lingkungan yang tidak positif akhirnya menjerumuskan dia melakukan hal itu," kata Rahma.

BACA JUGA:

Ini Kronologi Pengungkapan Kasus Aborsi di Balikpapan, Satu Pasien Berhasil Digagalkan

Ibu Ini Menolak Melakukan Aborsi Ketika Tahu Bayinya Memiliki Kelainan, Lihat Apa yang Terjadi

Kisah Pencarian Jasa Aborsi Lewat Internet, Bayar Rp 4 juta, Dilayani Pria Berjas Dokter

Rahma pun yakin anak-anak remaja sudah semakin maju, dan update informasi sudah semakin banyak, hanya mereka harus memperhatikan beberapa hal.

Pertama, harus membentengi diri mereka, secara sikologis mereka harus tau siapa diri mereka sendiri, dengan siapa berteman dan bergaul.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved