Klinik Pengobatan Umum Diduga Jadi Lokasi Aborsi, Polisi Temukan Obat Mules dan Gumpalan Darah

Tempat praktek aborsi di sebuah klinik di Tambun, Kabupaten Bekasi berhasil dibongkar Unit Reskrim Polsek Tambun.

TRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGA
ILUSTRASI - TS (21) mahasiswi semester VIII salah satu perguruan tinggi negeri dijadikan tersangka kasus aborsi, Rabu (28/3/2018). 

Kedua, anak-anak itu harus cerdas dalam mencari informasi, kepada siapa mereka mencari informasi, baik yang berhubungan dengan permasalahan dihadapi.

Ketiga, anak-anak muda harus bisa memilah dan meng-filter pengaruh yang dibawa oleh rekan-rekan dimana dia bergaul.

"Namanya kita bertemen dengan banyak orang, pasti berbagai macam budaya, latar belakang keluarga yang berbeda. Mereka harusnya bisa meng-filter, mana orang yang bisa memberikan dampaj positif kepada perkembangan sikologis mereka," kata Rahma.

Karena, lanjut Rahma, siapapun bergaul akan memberikan penguatan pada karakternya.

Keempat, anak-anak harus cermat menggunakan teknologi sebagai media untuk mencari informasi.

"Informasi yang mereka dapatkan dari luar, tidak semerta-merta menelan mentap apa yang mereka baca dan dilihat. Dan harus cermat dalam memilih fitur atau web yang dirasa bisa memberikan kontribusi positif, bukan menjerumuskan mereka dan membuat ketagihan," ujarnya.

Kelima, mereka harus membangun komunikasi yang sehat, penuh kepercayaan dan keterbukaan dengan keluarga. Terutama dengan orang tuanya, karena anak-anak remaja penuh dengan badai topan. Dimana anak-anak remaja dalam proses mencari identitas sebagai penguatan karakternya.

"Sedang mendapatkan banyak warna dan banyak informasi. Namun tidak bisa memilah dengan tepat. Disitulah peran orang tua sebagai salah satu filternya, makanya bangun komunikasi yang sehat, keterbukaan, dan kejujuran, serta kepercayaan," katanya.

BACA JUGA:

Ini Kronologi Pengungkapan Kasus Aborsi di Balikpapan, Satu Pasien Berhasil Digagalkan

Ibu Ini Menolak Melakukan Aborsi Ketika Tahu Bayinya Memiliki Kelainan, Lihat Apa yang Terjadi

Kisah Pencarian Jasa Aborsi Lewat Internet, Bayar Rp 4 juta, Dilayani Pria Berjas Dokter

Dosen jurusan teknik ini pun menyebutkan, anak remaja harus cerdas menggunakan media soisal. Jangan sedikit-sedikit upload apa yang dia lakukan.

Sebab membuat atau memstimulus orang-orang di luar yang tidak memiliki niat tidak baik untuk menjerumuskan mereka.

"Pondasi utama pada agama, isntitusi sekolah atau perguruan tinggi tidak hanya menekankan pada akademik. Tapi pada pembentukan karakter, bukan karakter yang juara saja, tetapi bagaimana membuat karakter yang bisa menjadi pribadi yang punya motivasi yang baik," katanya. (dha)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved