BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan Perkuat Koordinasi dengan Faskes

cukup ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) berdasarkan rekomendasi dokter spesialis di rumah sakit.

BPJS Kesehatan Perkuat Koordinasi dengan Faskes
HO - BPJS Kesehatan
peningkatan koordinasi ini terkait dengan tata cara dalam melakukan pengadaan obat-obatan yang dilakukan okeh faskes dan rekrutmen peserta PRB di faskes. 

TRIBUNKALTIM.CO - Peningkatan koordinasi antara BPJS Kesehatan dengan Faslitias Kesehatan (Faskes) diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan yang diterima oleh seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Salah satu layanan yang dapat dimanfaatkan oleh peserta JKN-KIS adalah Program Rujuk Balik (PRB).

PRB ini merupakan program bagi peserta yang memiliki penyakit kronis stablil yang rutin mendapatkan obat bulanan (30 hari) sehingga peserta tidak perlu lagi ke rumah sakit untuk memperoleh obat, cukup ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) berdasarkan rekomendasi dokter spesialis di rumah sakit.

Bersedekah Melalui Progam JKN-KIS

Pengobatan Luka Bakar hingga Kecelakaan Lalu Lintas Dijamin JKN-KIS

Meski Belum Pernah Pakai JKN-KIS, Karmain Tetap Bayar Rutin Iuran karena Alasan Ini

Beberapa jenis penyakit kronis yang didaftarkan kedalam program rujuk balik antara lain Diabetes Mellitus, Hipertensi, Penyakit Jantung, Asma, PPOK, Epilepsy, Gangguan Kesehatan Jiwa Kronik, Sindroma Lupus Eritematosus (SLE) dan Stroke.

Dalam pertemuan dengan faskes, Yuki E Sianturi Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan menyebutkan peningkatan koordinasi ini terkait dengan tata cara dalam melakukan pengadaan obat-obatan yang dilakukan okeh faskes dan rekrutmen peserta PRB di faskes.

"Koordinasi ini dilakukan dalam rangka memberikan pengetahuan bagi perwakilan faskes dalam melakukan pengadaan obat-obatan melalui sistem E-purchasing. Tentunya diharapkan perwakilan faskes bisa memahami dan mengimplementasikan hal tersebut sehingga kepuasan peserta terhadap pelayanan JKN semakin meningkat " ujar Yuki.

Warga Manggar Balikpapan Bersyukur Dapatkan Donasi JKN-KIS

Operasi Jantung Rosida Dijamin JKN-KIS

Jalani 2x Operasi Pasang Ring di Jantung, Yusuf Terbantu dengan Adanya JKN-KIS

Dalam pertemuan tersebut turut hadir pula, Arif Dwiyanto Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Kota Balikpapan dalam memberikan informasi mengenai tata cara melakukan pengadaan obat-obatan dalam program JKN-KIS.

"Proses pengadaan ini dilakukan secara elektronik, tak perlu pergi ke toko untuk membeli obat. E-purchasing ini bertujuan untuk mempermudah penyedia barang/jasa dalam kegiatan pemilihan dan pengadaan obat" ujar Arif.

Disisi lain Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) ini bertujuan dalam rangka meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi dan kesetaraan pengadaan tersebut.

Dengan JKN-KIS, tak Lagi Khawatir Biaya Kesehatan, Begini Kisah Sukartono dan Istri

Manfaat JKN-KIS, Utami Berbagi Pengalaman Ketika Ibundanya Mengalami Muntah Darah

“Umurku Telah Tiada Jika JKN-KIS Tak Ada”

Harapannya berdampak pada peningkatan pelayanan kesehatan bagi peserta JKN-KIS.

Di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan, peserta JKN-KIS yang sudah mengikuti program rujuk balik ini sudah mencapai 11.190 peserta.

Tersebar 10.830 di Kota Balikpapan, 148 di Kabupaten Penajam Paser Utara, 167 di Kabupaten Paser dan 45 di Kabupaten Berau.(*)

Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved