BPJS Kesehatan

Dengan JKN-KIS, tak Lagi Khawatir Biaya Kesehatan, Begini Kisah Sukartono dan Istri

Sementara itu, penglihatannya juga sudah tidak sempurna lagi. Hal tersebut membuatnya tidak dapat bekerja layaknya dahulu kala.

Dengan JKN-KIS, tak Lagi Khawatir Biaya Kesehatan, Begini Kisah Sukartono dan Istri
HO - BPJS Kesehatan
Namun, beberapa tahun belakangan ini, saya dan istri sering menggunakan KIS untuk pemeriksaan dan pengobatan kesehatan kami, dan terbukti manfaatnya luar biasa,” ujar Sukartono awal bercerita sambil menunjukkan KIS-nya, Jumat (19/04). 

BALIKPAPAN - Pria yang kesehariannya menjadi agen penjualan air minum isi ulang di kediamannya ini merasakan manfaat program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan.

Pria itu bernama Sukartono (67). Tidak hanya ia yang merasakannya manfaat program ini, tetapi juga istrinya. Saat dikunjungi di kediamannya, ia bersama istrinya menceritakan pengalamannya menggunakan JKN-KIS.

“Saya menjadi peserta JKN-KIS sejak BPJS Kesehatan ada yaitu sejak tahun 2014. Sebenarnya, dulu saya daftar karena ikut-ikutan saja dan di awal menjadi peserta, saya dan keluarga tidak pernah menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) ini.

Cuci Darah Dengan JKN-KIS

Tak Lagi Kehilangan Harta Karena JKN-KIS

Autodebet, Solusi Pembayaran Iuran JKN-KIS

Namun, beberapa tahun belakangan ini, saya dan istri sering menggunakan KIS untuk pemeriksaan dan pengobatan kesehatan kami, dan terbukti manfaatnya luar biasa,” ujar Sukartono awal bercerita sambil menunjukkan KIS-nya, Jumat (19/04).

Ia menjelaskan, kini dirinya tak perlu lagi memikirkan biaya pengobatan yang mahal untuk istrinya, apalagi istrinya harus menjalankan cuci darah setiap 2 kali dalam seminggu.

“Yang jelas, rumah kami bisa dijual kalau tidak ada JKN-KIS. Mau bagaimana lagi? Harta yang kami punya hanya rumah saja,” jelasnya.

Manfaat JKN-KIS, Utami Berbagi Pengalaman Ketika Ibundanya Mengalami Muntah Darah

Sempat Turun 300 Ribu Jiwa di 2017, Kepesertaan JKN-KIS di Kukar Capai 98 Persen

Bersama Berbagi Melalui Program JKN-KIS, Ini Kisah Masitah dan Anie

Sementara itu, penglihatannya juga sudah tidak sempurna lagi. Hal tersebut membuatnya tidak dapat bekerja layaknya dahulu kala.

Sekitar 2 tahun yang lalu, ia menjalani operasi katarak yang ditanggung oleh program JKN-KIS. Namun matanya tetap tidak sempurna untuk melihat dikarenakan faktor genetik.

“2 tahun yang lalu saya sempat operasi katarak pada salah satu rumah sakit mata di Kota Balikpapan dan saya juga pakai KIS, Alhamdulillah pelayanannya sangat baik. Tapi nasib berkata lain, ada faktor genetik yang membuat saya tidak bisa melihat secara sempurna,” ujarnya.

Dengan Aplikasi Mobile JKN, Berikut Kemudahan Layanan yang Didapat Peserta BPJS Kesehatan

Tak Hanya Gratiskan Biaya BPJS Kesehatan, Pemkab PPU jura Gratiskan Seragam 6.596 Siswa

Bersalin di Klinik FKTP dengan JKN-KIS, Rosliani: Pelayanan Sangat Baik

Ia dan istrinya menaruh harapan yang besar pada program JKN-KIS ini.

“Mudah-mudahan seterusnya JKN-KIS dapat menjamin biaya cuci darah istri saya dan tentunya bermanfaat bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan jaminan kesehatan.

Tak lupa saya mengajak masyarakat untuk rutin bayar iuran, karena iuran yang dibayarkan akan bermanfaat bagi masyarakat seperti saya dan istri,” tutupnya.

(*)

Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved