Berita Samarinda Terkini

Ada Selisih Rp 120 Miliar, BPH Migas Menduga Ini Telah Terjadi Penyalahgunaan BBM Subsidi

Adanya temuan selisih Rp 120 miliar ditahun 2018 lalu terkait dugaan adanya penyalahgunaan BBM subsidi.

Ada Selisih Rp 120 Miliar, BPH Migas Menduga Ini Telah Terjadi Penyalahgunaan BBM Subsidi
Tribunkaltim.co/Fachmi Rachman
Ilustrasi Kilang Minyak dan gas di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat, hasil pengawasan tahun 2018 lalu ditemukan perselisihan Rp 120 miliar yang diduga bahan bakar minyak atau BBM subsidi disalahgunakan di seluruh Indonesia.

Bahkan, ada juga yang prosesnya masih berjalan di pengadilan, walaupun sebagian sudah ada yang selesai.

Hal itu diungkapkan, Komite BPH Migas Muhammad Ibnu Fajar kepada Tribunkaltim.co.

"Rp 120 miliar itu hasil temuan di seluruh Indonesia," ungkapnya, Jumat (6/9/2019) siang di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Fajar menjelaskan, temuan tersebut meruoakan hasil dari pengawasan yang rutin dilakukan pihaknya.

Ia menerangkan, dalam Pengawasan di BPH Migas tersebut ada beberapa standar dan mekanisme.

Seperti melakukan verifikasi volume, jadi setiap bulan pihaknya melakukan verifikasi laporan solar bersubsidi dari Pertamina seberapa banyak yang telah direalisasika.

Sehingga jika ada selisih dapat terlihat, artinya yang pihaknya hitung dan yang dilaporkan pertamina berbeda.

"Nantikan kita cek, kita lihat nanti masuknya berapa, keluarnya berapa, seperti auditlah," ujarnya.

Lanjut dia, mekanisme kedua yaitu capul baket atau pengumpulan bahan keterangan dan biasanya dilakukan bersama kepolisian.

Halaman
1234
Penulis: Aris Joni
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved