Lingkungan Hidup

Kalimantan Barat Terbanyak Hotspot Kebakaran Hutan, Efeknya Sempat ke Perbatasan Sampai Malaysia

"Jumlah hotspot yang banyak di wilayah Kalimantan Barat, menunjukkan kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan asap sampai ke perbatasan di Malaysia.

Editor: Budi Susilo
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/WSJ
Foto udara Kota Palangka Raya yang diselimuti kabut asap di Kalimantan Tengah, Jumat (26/7/2019). Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Palangka Raya menyebabkan kabut asap yang cukup tebal disertai dengan bau asap yang sangat menyengat. 

"Sehingga transboundary haze tersebut kemungkinan besar merupakan gabungan dari asap karhutla (kebakaran hutan dan lahan) di kedua wilayah tersebut," ujar Agus.

Ia menyebutkan, berdasarkan pantauan yang dilakukan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), pada 8 September 2019 terdapat beberapa titik api di beberapa wilayah.

Titik api itu terlihat antara lain di Riau 85 titik, Jambi 127 titik, Sumatera Selatan 52 titik, Kalimantan Barat sebanyak 782 titik.

Dan Kalimantan Tengah 544 titik, dan Kalimantan Selatan sejumlah 66 titik.

"Hotspot yang masih banyak di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah hari ini juga dapat menyebabkan kabut asap yang mengganggu penduduk dan penerbangan di Kalimantan" kata Agus.

Sebelumnya disebutkan, terdapat titik api kategori sedang dan tinggi pada 7 September 2019 pukul 07.00 di enam provinsi prioritas.

Keenam provinsi itu antara lain Riau sejumlah 201 titik, Jambi 84 titik, dan Sumatera Selatan 126 titik.

Di tempat terpisah, Minggu (8/9/2019) pagi, seakan tak habis, BPBD Penajam kembali menerima laporan kebakaran hutan dan lahan pukul 09.30 Wita. 

Kali ini di Kelurahan Pamulang SLB area sekitar RT 08 Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. 

"Tim sedang bersiap menuju ke lokasi," ungkapnya kepada Tribunkaltim.co

Dalam sehari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menangani 10 kasus kebakaran hutan dan lahan.

Bersama tim gabungan yakni Polres PPU, Kodim 0913/PPU, DPKP PPU, Distan PPU, Polsek Penajam, Satpol PP, Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta pemangku wilayah setempat, berusaha menghalau dan memadamkan api.

Kejadian kebakaran hutan dan lahan pada hari Jumat (6/9/2019) pertama terjadi di di RT 01 Kelurahan Kampung Baru sekira pukul 11.00 Wita dan selesai selesai dipadamkan sejam setelahnya. Luas areal lahan berjenis gambut yang terbakar lebih kurang 1 hektare.

Selesai penanganan di daerah tersebut, tidak jauh dari lokasi sebelumnya, masih di RT 01 Kampung Baru, Kecamatan Penajam, lahan terbakar berhasil dipadamkan dengan luas 1,5 hektare.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved