Breaking News:

Lingkungan Hidup

Kalimantan Barat Terbanyak Hotspot Kebakaran Hutan, Efeknya Sempat ke Perbatasan Sampai Malaysia

"Jumlah hotspot yang banyak di wilayah Kalimantan Barat, menunjukkan kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan asap sampai ke perbatasan di Malaysia.

Editor: Budi Susilo
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/WSJ
Foto udara Kota Palangka Raya yang diselimuti kabut asap di Kalimantan Tengah, Jumat (26/7/2019). Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Palangka Raya menyebabkan kabut asap yang cukup tebal disertai dengan bau asap yang sangat menyengat. 

Belum selesai penanganan karhutla sebelumnya, lokasi karhutla keempat kembali masuk.

Kali ini di RT 07 Perum Korpri Kelurahan Sungai Parit, yang secara bersamaan terjadi pula kasus karhutla kelima di RT 05 Kelurahan Sungai Parit. Masing-masing luas lahan yang terbakar yakni 6 hektare dan 5 hektare.

Amukan si jago merah ternyata tidak sampai disana, sekira pukul 17.47 Wita, kebakaran lahan kembali masuk. Lokasi karhutla keenam di RT 06 Kelurahan Gunung Steleng, Kecamatan Penajam (Jalur masuk PT. Eskal Buluminung.

Penanganan selesai dilakukan pukul 23.00 Wita dengan luas lahan terbakar lebih kurang 5 hektare.

Saat penanganan karhutla ke-enam di Kelurahan Gunung Seteleng, disaat bersama lagi.

"Lokasi karhutla ketujuh di pondok belanda RT 08 Kelurahan Sungai Parit selesai dipadamkan dengan luas lahan yang terbakar 1 hektare.

"Hari Jumat kemarin, tim selesai melakukan penanganan pukul 24.00 Wita," jelasnya, Minggu (8/9/2019).

Musim kemarau sepertinya menjadi sahabat baik si jago merah di Benuo Taka. Esoknya, Sabtu (7/9/2019), tiga kasus karhutla kembali terjadi dilokasi berbeda.

Laporan karhutla kembali diterima oleh BPBD PPU, dengan cepat, tim gabungan segera menuju lokasi.

Sekitar pukul 16.22 Wita, terjadi kebakaran lahan gambut di RT 02 Longpon Kelurahan Waru.

Hanya berselang 4 menit, laporan lagi-lagi masuk, lokasinya sama seperti sehari sebelumnya, yakni RT 07 Kelurahan Sungai Parit. Masing-masing luas area yang terbakar adalah 1,4 dan 3 hektare.

"Penyebab karhutla di RT 02 Longpon Kelurahan Waru, yakni pemilik lahan yang sedang membakar sampah dibelakang rumah, pada saat ditinggal, api tiba-tiba membesar merambat ke semak belukar dibelakang rumah. Api tidak dapat dikendalikan," jelasnya.

Sedangkan karhutla di RT 07 Kelurahan Sungai Parit, ditengarai oleh sisa-sisa kebakaran sehari sebelumnya yang sudah melebar, dan kemungkinan menyisakan bara-bara api pada batang pohon bekas terbakar.

Luasan area pada kebakaran hutan dan lahan atau karthutla di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur
Luasan area pada kebakaran hutan dan lahan atau karthutla di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Tribunkaltim.co/HO BPBD Penajam)

Penanganan dilokasi tersebut, dikomandoi langsung oleh Ex Officio BPBD PPU yang juga merupakan Sekretaris Daerah Kabupaten PPU, Tohar. Tohar turun langsung membantu menghalau api hingga proses selesai.

Penanganan di RT 07 memakan waktu cukup lama, pendinginan selesai dilakukan pukul 23.30 Wita.

Tapi sebelum itu, dilokasi berbeda yakni RT 04 Kelurahan Lawe-Lawe juga terjadi karhutla sekira pukul 17.52 Wita.

Api bisa dipadamkan dalam satu jam setelah laporan masuk," tambahnya.

Karhutla yang terjadi di musim tanpa hujan di Kabupaten PPU semakin banyak saja.

Tahun 2018 lalu, saat musim kemarau melanda, lebih kurang 82 hektare lahan yang hangus akibat amukan api.

Sebelumnya, Tohar sudah mewanti-wanti masyarakat agar tidak mengelola lahan dengan media pembakaran, karena selain menimbulkan bahaya yang lebih besar, oknum yang membakar lahan juga bisa terjerat hukum.

Untuk musim kemarau ini, dimohon kepada warga dalam mengelola lahannya, untuk meninggalkan metode pembakaran.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BNPB: Asap kebakaran hutan Tidak Sampai Singapura dan Semenanjung Malaysia."

(Tribunkaltim.co)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved