Pilkada Balikpapan
AGM Minta Rahmad Masud Daftar Resmi ke Penjaringan Jika Ingin Diusung Demokrat di Pilkada Balikpapan
Abdul Gafur Masud minta sang kakak, Rahmad Masud untuk mendaftar di penjaringan Partai Demokrat Balikpapan, jika ingin diusung ke Pilkada Balikpapan
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Rafan Arif Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ketua DPC Partai Demokrat Balikpapan, Abdul Gafur Masud mengatakan partainya terbuka dengan siapa pun untuk berkoalisi memenangkan Pilkada Balikpapan.
"Partai Demokrat Balikpapan terbuka sesuai dengan motto nasionalis religius, semua terbuka dengan siapa pun," tuturnya.
Apalagi Partai Demokrat Balikpapan resmi membuka penjaringan bacalon kepala daerah sejak Jumat (6/9/3019) sampai 20 September mendatang.
Diketahui baru mantan legislator Karang Paci, Ahmad Rosyidi yang mendaftar di Partai Demokrat Balikpapan.
"Partai Demokrat Balikpapan itu yang penting berani dan amanah," katanya saat ditanya soal arah koalisi ke depan.
Disinggung apakah Ketua DPD Golkar Balikpapan, Rahmad Masud yang merupakan kakak kandung Abdul Gafur Masud, sudah melakukan komunikasi kepada dirinya.
Abdul Gafur Masud mengaku sudah banyak dihubungi kakak kandungnya membahas arah koalisi jelang Pilkada Balikpapan.
Untuk diketahui, Rahmad Masud jadi bacalon walikota yang diusung Golkar pada Pilkada Balikpapan, mendatang.
"Alhamdulillah sudah banyak (dikontak).
Makanya saya bilang yang penting berani.
Berani daftar ke sini (penjaringan Demokrat).
Karena kita tak bisa berbuat lisan," ungkapnya.
Menurutnya harus ada sosok yang mewakafkan dirinya untuk Kota Balikpapan.
Demokrat komitmen akan mengawal dan memenangkan kandidat yang mendaftar di penjaringan partai.
"Datang ke sini.
Bukan membahas pertemanan, persaudaraan dan perkawanan.
Kita buat komitmen untuk kemajuan.
Karena ini tak main-main.
Ini adalah membawa (tanggungjawab) kepala daerah," ujarnya.
Kendati ia menilai kemajuan Balikpapan yang pesat, tapi Abdul Gafur Masud tak menutup mata masih banyak kekurangan di sana-sini.
Soal pendidikan dan kesehatan jadi perhatian serius di tengah pesatnya pembangunan di Balikpapan.
"Harus ada orang yang mewakafkan diri untuk Kota Balikpapan.
Kalau terpilih bisa ikuti PPU, BPJS gratis dan pendidikan gratis," tuturnya.
• Bahas Pilkada Balikpapan, Safaruddin Mengaku Sudah Dua Kali Bertemu Putra Syahril HM Taher
• Andai Yaser Arafat Hadapi Rahmad Masud di Panggung Politik Pilkada Balikpapan, Begini Jawabannya
• Rahmad Masud Belum Pasti Bertarung di Pilkada Balikpapan, Rudi Masud pun Bantah Maju Pilkada Bontang

Rahmad Masud Belum Tentu Maju
Partai Golkar sebagai partai pemenang pileg 2019 di Kota Balikpapan, Kalimatnan Timur sepertinya masih menunggu pergerakan dan kondisi politik saat ini dalam songsong Pilkada Balikpapan atau Pilkada 2020 nanti.
Bahkan dari hasil rapat pleno pengurus harian DPD Golkar Balikpapan beberapa waktu lalu memang mengusung wakil Walikota Balikpapan Rahmad Masud sebagai calon walikota di Pilkada 2020 mendatang.
Meskipun mengusung secara aklamasi, tapi semua keputusan untuk ikut kontestasi Pilkada Balikpapan berada di tangan Rahmad Masud.
Namun ketika dikonfirmasi oleh Tribunkaltim.co, Rahmad Masud menyatakan dirinya masih belum memutuskan untuk ikut Pilkada Balikpapan tahun depan.
Ia pun masih menunggu restu dan dukungan dari keluarga untuk memantapkan dirinya maju di Pilkada Balikpapan.
"Satu ini poinnya saya belum bisa bergerak karena ada etika keluarga.
Delapan saudara harus memutuskan apa saya harus mengikhlaskan diri untuk mewakafkan diri memajukan Kota Balikpapan.
Jika salah satu yang belum atau tidak mengizinkan, saya istirahat dulu, di dunia politik," kata Rahmad Masud pada Senin (9/9/2019).
Misalkan seluruh saudara Rahmad Masud setuju jika dirinya maju untuk Pilkada Balikpapan mendatang, ia pun harus meminta restu dari sang istri Nurlena.
Bahkan jika DPP Partai Golkar memaksa harus ikut Pilkada Balikpapan ia pun harus menunggu keputusan bersama di internal keluarganya.
"Meskipun presiden memaksa saya kalau Keluarga tidak mengizinkan, saya tidak ikut," tegas Rahmad Masud.
Di tempat berbeda, anggota DPR RI Rudi Masud membantah kabar mengenai dirinya mencalonkan sebagai kandidat Wali Kota Bontang di Pilkada 2020 nanti.
Ia memastikan utusan yang mengatasnamakan dirinya untuk mengambil formulir di Kantor Sekretariat DPC PDIP Bontang tidak benar.
“Tidak ada utusan saya ambil formulir pendaftaran di PDIP, hoaks itu,” ujar Rudi Masud saat dikonfirmasi Tribunkaltim.co, Kamis (5/9/2019).
Politisi Partai Golkar ini mengatakan belum pernah menunjuk utusan untuk mengambil formulir di PDIP Bontang.
Ia mengaku belum melirik peluang maju sebagai calon Wali Kota di Pilkada Bontang.
Ia menambahkan, sebagai kader Partai Golkar sudah cukup kursi untuk mengusung calon di Pilkada Bontang.
Pihaknya tak perlu mendaftar di partai lain jika ingin maju sebagai kontestan di Pilkada.
“Golkar sudah cukup untuk mengusung di Pilkada Bontang, jadi tidak benar kalau ada utusan atas nama saya ambil formulir di PDIP,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rudi mengaku untuk saat ini dirinya belum mempertimbangkan maju di Pilkada daerah.
Untuk saat ini masih fokus pada agenda pelantikan Anggota DPR RI 1 Oktober mendatang.
Pun demikian, peluang untuk berlaga di Kota Bontang bakal menjadi pertimbangan kedepan.
Pada Pileg 2019 lalu ia memperoleh suara sebanyak 9 ribu dari Dapil Bontang.
Modal tersebut menjadi pertimbangan khusus baginya untuk menjajal Pilkada nanti.
“Nanti lah kita lihat perkembangan, tapi untuk keputusan maju saat ini belum ada. Saya tunggu pelantikan 1 Oktober nanti,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Ishak mengaku dari utusan Rudi Masud mengambil formulir di DPC PDIP dalam penjaringan calon Pilkada 2020 mendatang.
Ishak mendatangi Sekretariat DPC PDIP pada Senin (2/9/2019) kemarin. Ia klaim mengambil formulir untuk pencalonan Rudi Masud sebagai kandidat Wali Kota Bontang. (*)