Berita Samarinda Terkini
Samarinda Dapat Kiriman Kabut Asap, BMKG Sebut Mengkhawatirkan Jarak Pandang 1 Kilometer Saja
Sedangkan pada Sabtu (14/9) hari ini, jarak pandang hanya berkisar 1 Km, dengan rincian pukul 12.00 Wita tadi visibility hanya berjarak 800 Meter.
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Budi Susilo
Sementara itu, dari pantauan citra satelit, terdeteksi di wilayah Kaltim terdapat 170 titik hotspot dengan tingkat kepercayaan pada level sangat mudah terbakar.
Namun dirinya menjelaskan, titik api yang ada di Kaltim bukan berarti disebabkan karena adanya karhutla, namun juga faktor lainnya, seperti aktivtas pertambangan, hingga cerobong asal Pertamina.
"Jadi, adanya hotspot bukan berarti karena adanya karhutla, tapi juga penyebab lainnya," pungkasnya.
Di tempat terpisah, sekitar pukul 10.00 Wita, tampak kabut asap yang begitu tebal di wilayah Kalimantan Selatan.
Jarak pandang hanya 5 meter.
Gapura yang bertuliskan "Selamat Datang di Guntung Panggung" juga hampir tidak terlihat karena tertutup asap tebal.
Kendaraan baik mobil dan motor terlihat melaju begitu pelan dan hati-hati. Seluruh kendaraan tampak menghidupkan lampu senja maupun lampu utama.
Tidak terlihat petugas kepolisian di lokasi untuk mengatur lalu lintas atau sekedar berjaga.
Asap pekat juga terasa perih di mata, menggangu konsentrasi pengendara.
Peristiwa kebakaran hutan yang melanda wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.
Terasa dampaknya, kabut asap ini kebakaran hutan sampai mengganggu penerbangan Pesawat.
Kondisi kabut asap pekat kembali menyelimuti Bandara Syamsuddin Noor di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Sabtu (14/9/2019) pagi.
Akibatnya, dua pesawat yang sedianya akan mendarat, kembali ke bandara asal.
Ini dikarenakan jarak pandang di landasan pacu Bandara Syamsuddin Noor hanya berjarak 50 meter.
Dua penerbangan tersebut adalah Trans Nusa 681 yang harus kembali ke Balikpapan dan Lion Air JT 310 yang terpaksa kembali ke Surabaya.