Darurat Kabut Asap
Dampak Kabut Asap, Anggota DPRD Kubar Desak Dinas Pendidikan Liburkan Selolah
Kabut asap tebal masih menyelimuti wilayah Kubar sejak beberapa hari yang lalu. kondisi ini dianggap membahayakan kesehatan
Penulis: Febriawan | Editor: Januar Alamijaya
TRIBUNKALTIM.CO - Kabut asap tebal masih menyelimuti wilayah Kubar sejak beberapa hari yang lalu.
kondisi ini dianggap membahayakan kesehatan.
Namun hingga saat ini Dinas Pendidikan Kubar masih belum meliburkan sekolah tingkat SD dan SMP di Kubar. Hal itu membuat kalangan DPRD Kubar meradang.
Rabu (18/09/2019), Wakil Ketua I DPRD Kubar H.Achmad Syaiful , menegaskan bahwa masalah kabut asap yang sudah lama menyerang Kubar, membuat prihatin.
• Poka Eksternal DPRD Inventarisir Berbagai Persoalan di Kaltim, Kabut Asap hingga Sengketa Tanah
• Kabut Asap Masih Terjadi, Kodim 0907 Tarakan Lakukan shalat Istizqa Berdoa Meminta Hujan
Dirinya meminta Disdik Kubar selaku pemangku kebijakan Pendidikan di Kubar, harus bertindak cepat. Karna kabut asap ini menyebabkan dampak yang tidak baik untuk kesehatan terutama anak-anak.
"Sampai hari ini saya belum dengar Disdik meliburkan sekolah, Disdik harus segera tanggap dan segera disikapi. Asap ini sangat menghawatirkan berdampak buruk bagi kesehatan,” tegasnya.
Politis partai Golkar ini menegaskan, persoalan kabut asap jangan dibiarkan berlarut-larut, karena itu akan berdampak buruk terutama bagi kesehatan anak-anak, apalagi itu pelajar TK mau pun SD.
Di mana kondisi ini sudah terjadi beberapa hari, namun sampai saat ini Disdik belum juga meliburkan sekolah.
“Kita saja yang sudah besar terasa pedih, apalagi anak-anak,” jelasnya.
Seperti yang diketahui kata Achmad Syaiful, hari ini murid SD dan SMP di wilayah Kubar, terlihat masih masuk sekolah.
Padahal, hari ini Kabut asap cukup tebal mengganggu aktivitas dan kesehatan.
• Kabut Asap Menipis, Semua Pesawat Bisa Landing di Runway Bandara Juwata Tarakan
• Kabut Asap Mulai Berkurang, BMKG Berau Tetap Perpanjang Masa Peringatan Dini Cuaca Esktrem
Jadi intruksi libur sekolah harus dilakukan. Dia menegaskan Disdik Kubar tidak bisa berpetokan akan meliburkan sekolah setelah hasil uji lab keluar.
Sebab hasil lab berdasarakan mengambilan sampel udara memerlukan waktu yang cukup lama.
Jadi menurutnya, Disdik tidak perlu menunggu hasil uji lab baru meliburkan sekolah, mengetahui udara sudah tidak sehat lagi segara mengambil tindakan.
“Kita menghirup udara bukan lagi udara segar. Jadi jangan tunggu darurat dulu, kalau tunggu darurat ya, nanti berakibat fatal,” tagasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tim-uptd-kphp-batu-ayau-dishut-kaltim.jpg)