Sabtu, 16 Mei 2026

Tujuh Kepala Sekolah di Jateng Terpapar Radikalisme, Ganjar: Kami Akan Pantau

-Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memantau tujuh kepala sekolah yang terindikasi radikalisme.

Tayang:
Editor: Samir Paturusi
Instagram @ganjar_pranowo
Gubernur Ganjar Pranowo 

TRIBUNKALTIM.CO,SEMARANG -Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memantau tujuh kepala sekolah yang terindikasi radikalisme.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo  mengatakan, akan terus memberikan edukasi deradikalisasi dan akan terus memantau ketujuh kepala sekolah tersebut.

Dilansir dari Tribunnews.Com, menurut Ganjar, pemberian edukasi terkait deradikalisasi ini penting, agar para pendidik yang diduga terpapar radikalisme kembali ke Pancasila.

Bumbu Paham Radikalisme di Balikpapan Masih Minim, Kesbangpol Sebut Suatu Saat Bisa Pecah

Mampu Atasi Radikalisme dan Intoleransi yang Dera ASN dan BUMN, Sosok Ini Dinilai Pas jadi Menteri

Apalagi dari data yang ia pegang, isu radikalisme yang dihembuskan ke para siswa tersebut disisipkan dalam materi pelajaran juga pada ekstrakulikuler sekolah.

"Sifatnya kita bina mereka menggunakan program deradikalisasi," jelasnya.

Ia berharap setelah dibina secara masif dan kontinyu, para pendidik ini tak lagi terpapar radikalisme.

Namun jika tak mau berubah, ada sanksi tegas yang disiapkan hingga pemecatan.

Sehingga pada akhirnya tidak menularkan ajaran tersebut ke generasi muda di Indonesia.

"Artinya semoga mereka mau kembali ke nilai-nilai yang sesuai dengan Pancasila," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Jumeri, menjelaskan tak semuanya dari ketujuh pendidik yang terpapar radikalisme berstatus sebagai kepala sekolah.

Namun ada juga yang tidak berstatus kepsek.

Milenial Berpotensi Terpapar Radikalisme

Seorang Polwan Ditangkap di Bandara Karena Diduga Terpapar Radikalisme

"Ada juga yang status sebenarnya ialah guru biasa," terangnya via sambungan telepon.

Saat ditanya pendidik yang terpapar radikalisme tersebut dari sekolah mana dan sekolah jenjang apa, Jumeri enggan menjawabnya.

Namun, Jumeri menuturkan pihaknya terus ikut memberikan edukasi deradikalisasi agar para pendidik kembali ke Pancasila.

"Pokoknya kita beri pemahaman deradikalisasi," ungkap dia.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved