Berawal dari Media Sosial, Dua Pembunuh Polisi Ditangkap Setelah Buron 8 Tahun

Pelarian Arwan Liansyah (34) dan Zeldi Wahyulhaq (27), warga Kabupaten Mesuji selama 8 tahun sejak 2011 lalu akhirnya berakhir.

Berawal dari Media Sosial, Dua Pembunuh Polisi Ditangkap  Setelah Buron 8 Tahun
TribunKaltim.Co/HO
Dua pembunuh polisi di Lampung Tengah, Arwan dan Zeldi ditangkap setelah delapan tahun buron. Korban dibunuh usai mengurus persyaratan pernikahan di Mapolres Lampung Tengah. 

TRIBUNKALTIM.CO,LAMPUNG TENGAH-Pelarian Arwan Liansyah (34) dan Zeldi Wahyulhaq (27), warga Kabupaten Mesuji selama 8 tahun sejak 2011 lalu akhirnya berakhir.

Keduanya ditangkap Polres Lampung Tengah di Cilacap, Jawa Tengah pada Minggu (22/9/2019) kemarin.

Keduanya merupakan pembunuh Briptu Fauzi Rizal, anggota Polres Lampung Tengah. pada saat itu, korban dibunuh usai mengurus persyaratan pernikahan di Mapolres Lampung Tengah. 

Rekonstruksi Pembunuhan Pemilik Cafe Penjara Ungkap Fakta Lain: Ada Fantasi Tak Wajar di Depan Jasad

Polres Malang Beri Diskresi, Pelajar Pembunuh Begal Tak Ditahan

Kapolres Lampung Tengah AKBP I Made Rasma mengatakan, kedua pelaku adalah pembunuh Briptu Fauzi Rizal, anggota Polres Lampung Tengah.

Pembunuhan itu terjadi di Tugu Pepadun Lampung Tengah yang berada tidak jauh dari Mapolres Lampung Tengah pada 19 Juli 2011 silam.

“Motif pembunuhan itu karena pelaku Arwan cemburu kepada calon istri korban yang merupakan mantan kekasihnya,” kata I Made Rasma saat dihubungi, Selasa (24/9/2019).

Pembunuhan itu terjadi tidak lama berselang usai korban dan calon istrinya mengurus persyaratan pernikahan di Mapolres Lampung Tengah.

Keempatnya sepakat untuk bertemu di Tugu Pepadun sekitar pukul 15.30 WIB karena pelaku Arwan mengatakan ada yang ingin dibicarakan.

Soroti Berita Papua di Luar Negeri, Wiranto: Mereka Sebut Banyak Pelanggaran HAM serta Pembunuhan

Penelusuran Tempat Kerja Aulia Kesuma Sebelum jadi Otak Pembunuhan, Pantas Kesulitan Bayar Utang

Saat bertemu itu, terjadi cekcok mulut antara korban dengan pelaku Arwan yang berkembang menjadi perkelahian. Kedua pelaku mengeroyok korban, hingga korban terjatuh.

“Saat korban jatuh, pelaku Arwan melihat pistol korban yang terselip di pinggang. Pelaku Arwan lalu merebut pistol itu,” katanya.

Halaman
12
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved