Pura-pura Jadi Driver Ojek Online Kini Jadi Modus Lakukan Kejahatan, Ini Barang Yang Diincar 

Pura-pura menjadi driver ojek online kini menjadi menjadi salah satu modus melakukan aksi kejahatan, sudah ada yang ditangkao polisi

Editor: Doan Pardede
Tribun Jakarta
Oknum berpura-pura menjadi driver ojek online ditangkap Polsek Kawasan Sunda Kelapa 

TRIBUNKALTIM.CO - Polsek Kawasan Sunda Kelapa menangkap seorang oknum driver ojek online (ojol).

Pria berinisial MF (20) ini, nekat membawa kabur sepeda motor milik warga di Jalan Pendaratan Udang Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara.

Saat melakukan aksinya, MF yang dibantu dua orang temannya mengenakan jaket ojol.

BPJS Ketenagakerjaan Edukasi Driver Ojol di Balikpapan, Beberkan Sederet Manfaat jadi Peserta

Driver Ojol Lakukan Perbuatan Amoral ke Penumpang, Kerap Rem Mendadak hingga Minta Duduk di Depan 

Viral Chat Kaesang Pangarep Minta Penjual Dimarahi Gara-gara Pesanan Lama, Driver Ojol: Sabar Mas!

Viral Chat Kaesang Pangarep Minta Penjual Dimarahi Gara-gara Pesanan Lama, Driver Ojol: Sabar Mas!

Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa, Kompol Armayni menuturkan, pelaku menjalankan aksinya dengan modus menjadi driver ojol.

 "Pelaku menggunakan modus nongkrong seperti ojek online. Kemudian di saat kondisi memungkinkan, yang bersangkutan menyambar kendaraan matik Yamaha N-Max," kata Armayni, Rabu (18/9/2019).

Kemudian, bersama dua rekanya yang masih buron, MI dan AS, pelaku berboncengan bertiga menggunakan Honda Beat warna ungu berkeliling di sekitar lokasi kejadian mencari motor incaran.

MF berhenti di depan rumah seorang warga saat melihat Yamaha NMAX berpelat nomor B 4388 BTM terparkir di teras rumah.

MF pun menyuruh dua temannya masuk ke dalam rumah sementara dirinya berjaga di luar mengawasi.

"MF berjaga di luar lantaran megenakan jaket ojol supaya tidak dicurigai warga," ucap Armayni.

MF ditangkap Selasa (16/9/2019) lalu, di kawasan Muara Baru, Penjaringan.

Ia ditangkap saat sedang mengendarai motor curiannya.

"Mereka mendapatkan jaket ojek online terbaru kemudian melakukan aksinya. Dalam setiap penjualan sepeda motor yang di petik mereka mendapatkan Rp 4 juta," kata Armayni.

Akibat perbuatannya, MF dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Ia terancam hukuman 7 tahun penjara.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved