Dandhy Laksono dan Ananda Badudu Ditangkap, Presiden Joko Widodo Balik Badan: Sudah Ya Terima Kasih

Reaksi Presiden Joko Widodo saat ditanya penangkapan Dandhy Dwi Laksono dan Ananda Badudu oleh Polda Metro Jaya

Dandhy Laksono dan Ananda Badudu Ditangkap, Presiden Joko Widodo Balik Badan: Sudah Ya Terima Kasih
(ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY)
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Plt Dirut PLN Sripeni Inten (kiri) berjalan masuk ruang pertemuan saat mendatangi Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (5/8/2019). Kedatangan Presiden ke PLN untuk meminta penjelasan atas matinya listrik secara massal di sejumlah wilayah. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Reaksi Presiden Joko Widodo Soal Penangkapan Dandhy Laksono dan Ananda Badudu, Balik Badan, Sudah Ya Terima Kasih

Presiden Joko Widodo bergeming ketika ditanya soal penangkapan dua aktivis Dandhy Dwi Laksono dan Ananda Badudu oleh Polda Metro Jaya.

Presiden Joko Widodo bahkan balik badan setelah pertanyaan itu dilontarkan oleh awak media pada dirinya usai salat jumat di Komplek Istana Negara, Jumat (27/9/2019).

Awkarin, Ananda Badudu, dan Dandhy Laksono di Tengah Kisruh Demo, Pengamat Beda Suara

Polisi Beberkan Alasan Penangkapan Dandhy Dwi Laksono, Postingan di Medsos Jadi Penyebab

Jadi Tersangka UU ITE, Dandhy Dwi Laksono Ajak Publik Fokus Soal Papua dan Mahasiswa Tewas

Awalnya Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers soal meninggalnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo Randi dan Yusuf Kardawi dalam aksi unjuk rasa di depan DPRD Sulawesi Tenggara.

Presiden Joko Widodo bahkan menjawab pertanyaan dari awak media soal kekerasan polisi yang represif saat mengamankan aksi demo dari para mahasiswa.

Namun, saat ditanya soal penangkapan Dandhy dan Ananda, orang nomor satu di Indonesia itu langsung bungkam.

"Sudah ya terima kasih," ujar Presiden Joko Widodo langsung balik badan meninggalkan awak media.

Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya memulangkan musisi yang juga mantan wartawan Ananda Badudu.

Nanda sebelumnya diperiksa terkait aliran dana kepada mahasiswa saat unjuk rasa 24 dan 25 September 2019.

Menurut Ananda pembebasan dirinya merupakan bentuk jaminan hukum yang hanya didapatkan oleh sedikit orang.

Halaman
1234
Penulis: Rafan Arif Dwinanto
Editor: Budi Susilo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved