Alasan Polisi Amankan Pelajar Jelang Aksi Aliansi Kaltim Bersatu, 6 Orang Diperiksa Terpisah

Dari 27 anak yang diamankan, terdapat diantaranya 22 berstatus pelajar SMA/STM dan SMP, sedangkan lima diantaranya bukan pelajar

Alasan Polisi Amankan Pelajar Jelang Aksi Aliansi Kaltim Bersatu, 6 Orang Diperiksa Terpisah
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D
Enam anak dipindahkan ke ruangan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polresta Samarinda, Senin (30/9/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO - Surat edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pencegahan keterlibatan peserta didik dalam unjuk rasa yang berpotensi kekerasan, menjadi dasar Kepolisian dan TNI mengamankan puluhan anak jelang aksi Aliansi Kaltim Bersatu jilid III, Senin (30/9/2019).

"Berdasarkan surat edaran itu kita amankan puluhan pelajar, tetapi ada juga yang bukan pelajar lagi, hanya saja saat diamankan menggunakan seragam," ucap Kanit Reskrim Polresta Samarinda, AKP Damus Asa, Senin (30/9/2019).

Selain berdasarkan surat edaran itu, pihaknya mengamankan anak-anak tersebut karena tidak memiliki izin dari sekolah maupun orangtua masing-masing anak.

BREAKING NEWS - Jelang Aksi Aliansi Kaltim Bersatu Jilid III, Puluhan Pelajar Diamankan Polisi

Puluhan Massa Aksi Kaltim Bersatu Ditangkap TNI dan Polisi di Samarinda, 24 Orang Kalangan Pelajar

BREAKING NEWS - Jelang Aksi Aliansi Kaltim Bersatu Jilid III, Kawat Berduri Terpasang di Gedung DPRD

Aliansi Kaltim Bersatu Siap Tanggung Jawab Terhadap Pelajar yang Ikut Demonstrasi di DPRD Kaltim

"Semuanya masih anak di bawah umur, rata-rata bolos sekolah, orangtuanya juga tidak tahu kalau mereka mau ikut unjuk rasa," jelasnya.

"Ada yang ikut-ikutan saja karena diajak, ada juga yang tahu ada demo dari media sosial," sambungnya.

Rata-rata anak yang diamankan berasal dari Loa Janan, Kutai Kartanegara dan kawasan Samarinda.

Dari 27 anak yang diamankan, terdapat diantaranya 22 berstatus pelajar SMA/STM dan SMP, sedangkan lima diantaranya bukan pelajar lagi walaupun saat diamankan menggunakan seragam.

Keseluruhan anak sempat menjalani pemeriksaan dan pendataan di masjid Polresta Samarinda.

Usai pendataan, terdapat enam anak dipisahkan dari anak-anak lainnya guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut di gedung Polres.

"Ada enam yang masih kita periksa, diantaranya yang mengajak, maupun yang bukan pelajar tapi mengaku-ngaku sebagai pelajar. Untuk yang mengkoordinir mereka ini masih kita cari," tuturnya.

Selanjutnya, anak-anak yang telah menjalani pendataan dipulangkan, setelah pihak sekolah dan orangtua menjemput ke Polres.

"Kita data, lalu undang orangtuanya dan gurunya, lalu kita pulangkan," ungkapnya.

Aliansi BEM Seluruh Indonesia Tolak Undangan Jokowi, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Presiden

Unjuk Rasa di Samarinda Ricuh, Korban Berjatuhan, Berikut Enam Tuntutan Aliansi Kaltim Bersatu

Aliansi Kita Bersama Anak Indonesia Imbau Anak di Bawah Usia 18 Tahun Tidak Ikut Unjuk Rasa

Aliansi Kaltim Melawan Tolak Revisi UU KPK dan RKUHP, Kembali Gelar Aksi dan Gunakan Pakaian Hitam

Terkait dengan pemanggilan pihak dari Aliansi Kaltim Bersatu, Damus Asa menilai belum ada rencana untuk melakukan pemanggilan.

"Belum ada, fokus pendataan anak-anak ini saja dulu," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan anak-anak menggunakan seragam diamankan Senin (30/9) pagi tadi disekitaran Islamic Center, lokasi titik kumpul aksi. Anak-anak tersebut diamankan pihak Kepolisian bersama TNI. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved