Selasa, 14 April 2026

Saat Kerusuhan Wamena, Penduduk Asli Selamatkan Warga Pendatang di Gereja

Namun dibalik kerusuhan itu, ternyata banyak pendatang seperti dari Padang, Jawa, Makassar diselamatkan.

Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.Co/HO
Pengendara melintasi Kantor Bupati Jayawijaya yang terbakar saat aksi unjuk rasa di Wamena, Jayawijaya, Papua, Senin (23/9/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO-Kerusuhan Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua selain menelan korban jiwa, ratusan bangunan dan kendaraan ikut terbakar.

Ribuan warga memilih untuk mengungsi di tempat yang lebih aman. Selain itu, banyak para korban memilih untuk pulang ke kampung halaman.

Namun dibalik kerusuhan itu, ternyata banyak pendatang seperti dari Padang, Jawa, Makassar diselamatkan.

Mereka bercerita bagaimana diselamatkan saat kerusuhan di Wamena setelah rumah mereka dibakar.

7.278 Orang Mengungsi Pasca Kerusuhan Wamena, Mereka Butuh Ikan dan Daging Ayam

Menahan Tangis, Ustaz Abdul Somad UAS Tanggapi Rusuh di Wamena: Kita Adalah Nusantara

Salah seorang yang lolos adalah Mus Mulyadi yang memulai ceritanya pada Senin pagi sekitar pukul 08.00 pada 23 September lalu.

Pria asal Sumatera Barat ini sedang berjualan aneka makanan. Sate padang, lontong sayur, dan gado-gado sudah rapi tertata pada wadahnya

. "Saya baru buka. Pembeli baru satu-dua. Langsung pecah (kericuhan). Saya langsung jemput anak saya di sekolah," tutur Mus yang sudah bermukim di Wamena sejak 2006 lalu.

Selang 15 menit, pembakaran terjadi di samping SMP, cerita Mus.

"Setelah anak saya bawa pulang, kantor bupati dibakar. Selanjutnya POM bensin dibakar, merembet ke Woma," papar Mus saat ditemui di penampungan Ikatan Keluarga Minang (IKM) di Sentani oleh wartawan Enggel Wolly yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Senin (30/92019).

Dalam kondisi tegang, Mus mengaku keluarganya dan ratusan orang lain diselamatkan penduduk asli Wamena.

"Kita 250 orang dibawa ke gereja, diungsikan, diselamatkan. Orang Padang, Jawa, Makassar dimasukkan ke gereja. Yang menyelamatkan asli orang Wamena. Mereka juga yang menjaga serta mengawal kami sepanjang hari itu," ungkapnya.

Ada yang Tak Pernah Ganti Pakaian hingga Alami Trauma, 6 Fakta Nasib Pengungsi Kerusuhan Wamena

Wagub Sulawesi Selatan Kunjungi Pengungsi di Kota Wamena, Bawa Bantuan Rp 1 Miliar

Suasana ruangan Kantor Bupati Jayawijaya yang terbakar saat aksi unjuk rasa di Wamena, Jayawijaya, Papua, Kamis (26/9).

Setelah kondisi kelihatannya aman, Mus dan keluarganya mengungsi ke Komando Distrik Militer Jayawijaya.

Mereka tinggal di sana selama semalam, untuk kemudian mengungsi ke Jayapura menggunakan pesawat maskapai Trigana.

Mengingat kembali kerusuhan di Wamena, Mus mengaku tidak merasakan tanda-tanda konflik horizontal.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved