Mobil Keliling Jajakan PSK dan Waria di Cianjur Sasar WNA, yang Waria Biasa Disuruh Joget Bugil
Rupanya, dalam prostitusi tersebut, tak hanya perempuan pekerja seks komersial (PSK) saja yang dijajakan. Ladyboy alias waria juga turut ditawarkan
TRIBUNKALTIM.CO - Jaringan prostitusi internasional di Kota Bunga Cipanas, wilayah Kabupaten Cianjur berhasil dibongkar.
Ladyboy atau waria yang terlibat akhirny memberikan pengakuan.
Sebelumnya, jaringan prostitusi internasional di Cipanas telah dibongkar oleh jajaran Satreskrim Polres Cianjur.
• Kasus Prostitusi Online di Kepulauan Riau Libatkan 31 Anak di Bawah Umur, Ini Faktanya
• Gerebek Tempat Prostitusi, Polda Kepulauan Riau Amankan 26 Wanita PSK
• Prostitusi Online Marak Berpraktik di Hotel-hotel Balikpapan, Organisasi IHGMA Angkat Bicara
• Prostitusi Online Gunakan Hotel Tempat Transaksi, Polda Kaltim Pantau Hotel di Balikpapan
Rupanya, dalam prostitusi tersebut, tak hanya perempuan pekerja seks komersial (PSK) saja yang dijajakan.
Ladyboy alias waria juga turut ditawarkan ke lelaki hidung belang.
Biasanya, pelanggannya adalah warga negara asing (WNA).
Salah seorang ladyboy yang sempat ditanya Kapolres Cianjur, Juang Andi Priyanto mengungkapkan tarif jika dirinya 'disewa' oleh lelaki hidung belang.
Untuk ladyboy menari sampai bugil, pemesan harus bayar Rp 400 ribu.
Kemudian, untuk perempuan paling murah Rp 500 ribu.
Ladyboy itu juga mengungkapkan, ada beberapa kebiasaan dari pria hidung belang tersebut saat hendak menyewa jasanya.
Satu di antaranya, ladyboy itu diminta joget dulu.
"Ya paling disuruh joget-joget dulu," ujar seorang ladyboy tersebut, saat konferensi pers di Mapolres Cianjur, Selasa (8/10/2019) sore.
Cara prostitusi internasional beroperasi itu pun diungkap oleh Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto.
Awalnya, anggota Satreskrim melakukan pengintaian.
Hingga akhirnya, didapati bagaimana jaringan prositusi itu beroperasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/jaringan-prostitusi-internasional-dibongkar-fix.jpg)