Menkopolhukam Wiranto Ditusuk

Menkopolhukam Wiranto Ditusuk di Wilayahnya, Irna Narulita: JAD Harus Enyah dari Bumi Pandeglang

Bupati Pandeglang Irna Narulita bakal keluarkan sejumlah kebijakan terhadap pendantang setelah Menkopolhukam Wiranto ditusuk

Editor: Rafan Arif Dwinanto
Tribunnews.com/ Rizal Bomantama
Bupati Pandeglang, Irna Narulita di Kantor Pemkab Pandeglang, Jumat (28/12/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO - Bupati Pandeglang Irna Narulita akui pihaknya kecolongan soal Wiranto ditusuk, ini pengakuannya.

Menkopolhukam Wiranto ditusuk teroris saat sedang bertugas di Pandeglang, Banten.

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengakui pihaknya kecolongan hingga terjadinya peristiwa penusukan Wiranto.

Kembali Dijenguk Presiden Joko Widodo, Menkopolhukam Wiranto: Pak Saya Ingin Pulang

Kondisi Terkini Wiranto, Dijenguk Moeldoko dan Budi Karya Sumadi, akan Ada Penjelasan dr Terawan

Ali Mochtar Ngabalin Sebut Penusukan Menkopolhukam Wiranto Pertama Dalam Sejarah, Brutal dan Biadab

Menurutnya, keamanan yang diberikan oleh pejabat terkait di wilayah hukum Banten, Pandeglang sudah cukup baik.

Hanya saya memang dia kecolongan karena pasutri penusuk Wiranto bukan warga asli Pandeglang melainkan hanya pendatang.

‎'Keamanan rasanya sudah cukup untuk memberikan pengawalan ke Beliau.

Tetapi mohon maaf ini kami sedikit kecolongan dan mudah-mudahan kejadian ini tidak terulang kembali.

Kami akan terus melakukan sosialisasi, edukasi agar anak-anak kami tidak terpapar paham radikal,‎" ujar Irna, Kamis (10/10/2019) malam di RSPAD, Jakarta Pusat.

Irna Narulita melanjutkan pada hari ini, Jumat (11/10/2019) pihaknya menggelar rapat dengan unsur keamanan hingga perangkat camat serta kades.

Dalam kesempatan itu, Irna Narulita ingin mengingatkan anak buahnya agar lebih selektif menerima tamu-tamu yang dari luar Pandeglang.

Tujuannya apa,maksud tujuannya apa tinggal di sana.

"Termasuk menanyakan ‎sumber penghasilan dari mana, profesinya sebagai apa sehingga kami tidak kecolongan seperti ini lagi," tegasnya.

Langkah selanjutnya, sambung Irna, pihaknya akan melakukan edukasi dan silaturahmi dengan ibu-ibu muda, majelis taklim, pesantren, anak-anak sekolah di setiap apel Senin untuk terus melakukan yang terbaik.

"Saya sangat-sangat dirugikan sekali dengan adanya jaringan JAD.

Mereka harus enyah dari bumi Pandeglang," tambah Irna.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved