Pilkada Kaltara 2020

Demokrat Kaltara Bakal Kumpulkan Kandidat Bakal Calon, Minta Sampaikan Visi-Misi di Depan Pengurus

Seluruh kandidat yang melamar di penjaringan bacalon Pilkada Kaltara partai Demokrat bakal menyampaikan visi-misi di hadapan pengurus partai

Demokrat Kaltara Bakal Kumpulkan Kandidat Bakal Calon, Minta Sampaikan Visi-Misi di Depan Pengurus
Tribun Kaltim/M Fachri Ramadhani
Anggota Tim penjaringan Bacalon Pilkada Kaltara 2020 partai Demokrat, Safril Husin 

TRIBUNKALTIM.CO - Seluruh kandidat yang melamar di penjaringan bacalon Pilkada Kaltara partai Demokrat bakal menyampaikan visi-misi di hadapan pengurus partai.

Hal itu diungkapkan anggota Tim penjaringan Bacalon Pilkada Kaltara 2020 parta Demokrat,
Safril Husin, Sabtu (12/10/2019).

Penyampaian visi-misi kandidat bacalon digelar 28-30 Oktober 2019. Pihaknya saat ini berkoordinaai dengan DPP, bila berkenan penyampaian visi-misi dilangsungkan di pusat, Jakarta.

Ketua DPRD Kaltara Sebut APBD 2020 jadi PR Besar

Soal Pilkada Serentak di Kaltara, Irianto Lambrie: Tak Perlu Ada Cara Keji Jatuhkan Lawan Politik

Gubernur Irianto Lambrie Digoda Masuk Parpol Jelang Pilkada Kaltara 2020, Ini Penjelasan Juru Bicara

Paripurna Sumpah Janji DPRD Kaltara, Gubernur Ini Ingatkan Doa untuk Kesehatan Menkopolhukam Wiranto

"Bila DPP sibuk. Maka Ketua DPC kita panggil untuk menyaksikan kandidat, mereka punya form menilai, yang nantinya dilampirkan ke pusat. Ini berkaitan dengan agenda pemyampaian visi dan misi calon," katanya.

Sementara feet and proper test jadi kewenangan DPP, untuk melihat kualitas dan kapabilitas calon yang bakal diusung Demokrat pada Pilkada Kaltara 2020 mendatang.

Safri mengingatkan, Bmbagi kandidat yang belum mengembalikan formulir penjaringan partai hingga batas yang ditentutkan, akan gugur dengan sendirinya.

Belakangan diketahui, pengembalian berkas penjaringan Demokrat, bacalon wajib mengeluarkan biaya administrasi kepada tim penjaringan partai. Kendati demikian, saat ditanya Safril tak mau menyebutkan nominal.

"Proses adminisitrasi. Nominal sih, agak berbeda (dari DPC). Tapi itu bukan mahar, ongkos administrasi," katanya.

Dari informasi yang dihimpun untuk Pilkada serentak kabupaten/kota, kandidat bacalon dikenakan biaya ambil formulir Rp5 juta, kemudian pengembalian formulir Rp20 juta. "Ya, DPD (tingkat provinsi) di atas itu," ucapnya. (Tribunkaltim.co/fachri)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved