Whatsapp

Polres Bontang Pantau Grup Whatsapp Penyebar Hoaks dan Gelar Patroli Siber

Polres Bontang mulai meningkatkan patroli siber di ruang-ruang grup media sosial, khususnya jejaring komunikasi Whatsapp.

Polres Bontang Pantau Grup Whatsapp Penyebar Hoaks dan Gelar Patroli Siber
Tribunkaltim.co/Ichwal Setiawan
Grup WA WhatsApp Mulai Hari Ini Intensif Diawasi Kepolisian, Informasi Semacam Ini yang Ditindak 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Penyebaran informasi palsu alias hoaks di media masuk dalam pengawasan kepolisian.

Polres Bontang mulai meningkatkan patroli siber di ruang-ruang grup media sosial, khususnya jejaring komunikasi Whatsapp.

Kapolrers Bontang melalui Kasubag Humas Polres Bontang, Iptu Suyono mengatakan tren penyebaran informasi palsu, ujaran kebencian dan isu SARA massif beredar di grup-grup whatsapp.

"Sekarang lebih banyak informasi hoax berkembang di grup whatsapp ketimbang media sosial publik lainnya," ujar Iptu Suyono kepada wartawan, Minggu (20/10/2019).

Dinilai Memberi Banyak Manfaat Ini, Pemprov Kaltara akan Terapkan Sistem Keamanan Siber

Lakukan Kejatahan Siber di Filipina, 324 Warga China Ditangkap dan Bakal Dideportasi

 

Ia menjelaskan, metode patroli yang dilakukan tak secara acak. Grup whatsapp yang hanya ditenggarai menjadi wadah penyebar hoax dan ujaran kebencian dimonitor.

Petugas siber memiliki cara tersendiri untuk mengawasi percakapan di dalam grup yang disinyalir menjadi ruang propoganda.

"Tidak ada pelanggaran apapun karena fungsi kami mencegah, kami pun tidak sembarang memantau grup percakapan harus ada laporan dari masyarakat dulu," ujarnya.

Spekulasi Rizal Ramli Soal Listrik Padam di DKI Jakarta, Bukan Sabotase Siber Terorisme, Tapi Sepele

Cegah Program Mata-mata di WhatsApp, Badan Siber Indonesia Minta Pengguna Segera Update Aplikasi WA

 

Lebih lanjut, kegiatan patroli siber sudah dilakukan sejak masa Pilpres kemarin. Petugas memantau ruang-ruang grup percakapan yang diduga menjadi tempat penyebaran informasi provokatif dan hoaks.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat lebih jeli menerima informasi dari media sosial. Sebab, peredaran informasi hoaks dan ujaran kebencian sangat massif beredar di ruang-ruang media sosial.

Terungkap, KKB di Papua Punya Divisi Siber yang Selalu Pantau Gerak-gerik Seseorang di Dunia Maya

Siber Bareskrim Memeriksa Mustofa Nahrawardaya terkait Hoaks Jatuhnya Lion Air

 

Kepolisian bakal menindak tegas bagi pelaku-pelaku penyebar informasi hoaks dan ujaran kebencian.

"Pasti akan diberi sanksi tegas, makanya bijak dalam menyebar luaskan informasi. Teliti dan pelajari sebelum menyebarluaskan informasi yang belum diketahui kebenaranya," pungkasnya. (m09)

Editor: Martinus Wikan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved