Usul Hak Interpelasi dan Angket Soal Jabatan Sekdaprov, Makmur Ingin Ketemu 55 Anggota DPRD Kaltim

Usul Hak Interpelasi dan Angket Soal Jabatan Sekdaprov, Makmur Ingin Ketemu 55 Anggota DPRD Kaltim

Usul Hak Interpelasi dan Angket Soal Jabatan Sekdaprov, Makmur Ingin Ketemu 55 Anggota DPRD Kaltim
Tribunkaltim.co/Budhi Hartono
Ketua DPRD Kalimantan Timur atau kaltim Makmur HAPK 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA-Usul Hak Interpelasi dan Angket Soal Jabatan Sekdaprov, Makmur Ingin Ketemu 55 Anggota DPRD Kaltim

Ketua DPRD Provinsi Kaltim Makmur HAPK menghargai usulan anggota menggunakan hak interpelasi dan angket.

Hanya saja, sebelum menyetujui usulan tersebut, perlu ada pertemuan dengan seluruh anggota Dewan, terkait persoalan posisi jabatan Sekretaris Daerah Provinsi.

"Saya mengapresiasi teman-teman. Usulan itukan memang hak Dewan. Tapi kalau saya pribadi, perlu ada pertemuan dulu dengan teman-teman 55 anggota Dewan," kata Makmur, kepada Tribun, Jumat (25/10/2019) sore. 

Ia menjelaskan, pertemuan itu untuk memastikan apakah anggota yang sepakat mengusulkan hak interpelasi dan hak angket mengetahui dan memahami permasalahan tersebut. 

Soal Sekdaprov Kalimantan Timur, Herdiansyah Hamzah Trauma, Dewan Usulkan Interpelasi dan Angket

Gubernur Kaltim tak Kunjung Angkat Sekdaprov, Budiman: Ada Indikasi Abaikan Keppres 133/TPA/2018

Polemik Sekdaprov Tak Kunjung Usai, Mendagri Akhirnya Tegur Gubernur Kaltim Isran Noor

"Misalnya soal aturan seleksi dan pemilihan Sekdaprov. Apakah kita tahu bagaimana Pak Isran sudah berkomunikasi dengan Mendagri atau Presiden? Kan kita nggak tahu itu. Jadi perlu ada pertemuan itu dulu," tuturnya lagi. 

Dengan memahami persoalan itu, lanjut dia, DPRD Kaltim dapat mengambil langkah dan sikap untuk mengingatkan gubernur. 

"Kalau memang ada kekeliruan harus diingatkan gubernur. Tugas kitakan ada pengawasan. Apalagi kita ini sebagai mitra kerja strategis dengan gubernur," ucapnya. 

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun mengaku sudah menandatangi usulan hak interpelasi. Ia menegaskan, proses itu tidak perlu berlama-lama. 

"Interpelasi dulu, lanjut angket. Nggak perlu lama, cukup satu bulan. Tidak akan ada pemakzulan, kalau gubernurnya kooperatif dan mau memperbaiki diri," ucap Samsun kepadavTribun via What's Apps, Jumat (25/10/2019).

Halaman
1234
Penulis: Budhi Hartono
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved