Jumat, 24 April 2026

Tiga Murid SD Mengetes Pengetahuan Bupati Lewat Percobaan Ini

Tiga Murid SD Mengetes Pengetahuan Bupati Lewat Percobaan Ini .Tiga murid SDN 012 Tenggarong melakukan percobaan terkait pengaruh gaya gravitasi

Penulis: Rahmad Taufik | Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.CO/Rahmat Taufik
Bupati Kukar Edi Damansyah dan CEO Global Tanoto Satrio Tanudjojo melihat dari dekat percobaan pengaruh gravitasi yang dipresentasikan 3 murid SDN 012 Tenggarong dalam Unjuk Karya Praktik Baik Program PINTAR dari Tanoto Foundation di Gedung Futsal, Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang, Kamis (7/11/2019) 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG –tiga murid SD mengetes pengetahuan Bupati lewat percobaan ini  

Tiga murid SDN 012 Tenggarong melakukan percobaan terkait pengaruh gaya gravitasi terhadap benda padat,

dalam acara Unjuk Karya Praktik Baik Program PINTAR kerja sama Tanoto Foundation dan Pemkab Kukar, Rabu (7/11/2019).

Bahkan mereka mengajak Bupati Kukar Edi Damansyah dan CEO Global Tanoto Satrio Tanudjojo melihat dari dekat percobaan yang mereka lakukan.

Ketiga murid berdiri dengan beberapa peralatan tersedia di atas meja, depan mereka, yakni tiga teko plastik berisi air.

Kenali Tanda-tanda Mertua tak Menyukai Menantu, simak Tips Cara Mengatasinya

Tribun Kaltim Silaturahmi ke Lanud Dhomber Balikpapan, Singgung Soal Hoax Sampai Ibu Kota Negara

Direktur Utama Perusda Benuo Taka Wadiat Algazali Mundur, Ia Kirim Permohonan Pamit Melalui Grup WA

Ayah Tiri Tega Injak Bocah 3 Tahun hingga Kejang-kejang dan Meninggal Dunia Karena BAB di Celana

Lalu mereka mengambil sebuah jeruk yang belum dikupas. Salah satu murid mengetes pengetahuan Bupati.

“Apa yang terjadi jika jeruk ini saya masukkan dalam air?” tanyanya kepada Edi. Sejenak Edi tersenyum, lalu memberikan jawaban.

“Buah jeruk itu akan tenggelam, tapi kalau dimakan pasti manis,” ucap Edi sembari guyon.

Murid itu memasukkan buah jeruk yang belum dikupas itu ke dalam air. Ternyata buah jeruk itu mengapung di permukaan air. Selanjutnya, murid kelas 4 SD itu memberikan penjelasan.

"Jeruk yang tidak dikupas kulitnya dapat mengapung karena pori-pori kulit jeruk berisi udara yang membuat jeruk mengapung. Ini yang disebut adanya gaya tolak gravitasi," kata Haviez Al Azam, salah satu murid memberikan penjelasan.

Lalu seorang murid mengambil jeruk yang sudah dikupas kulitnya dan hendak memasukkannya ke dalam air. Ia kembali menanyakan kepada Bupati.

“Apa yang terjadi jika jeruk yang dikupas kulitnya ini dimasukkan dalam air,” tuturnya.

Berpegang pada hasil dari percobaan yang pertama, Bupati tak mau keliru dalam menjawab.

“Jeruknya tenggelam karena tidak ada pori-pori lagi,” ucapnya. Jawaban bupati kali ini benar.

Percobaan terakhir, seorang murid mengambil jeruk yang setengah kulitnya dikupas. Lagi-lagi ia bertanya kepada bupati bagaimana jika jeruk ketiga itu dimasukkan dalam air.

“Akan terjadi gaya tolak antara bagian jeruk yang ada kulitnya dan bagian yang dikupas, jadi dia ditengah-tengah air,” jawab Bupati.

Setelah jeruk ketiga dimasukkan air, ternyata ia tenggelam. Percobaan ini membuktikan zat benda mempengaruhi gaya gravitasi.

Selain SDN 012, sebanyak 24 SD/MI dan SMP/MTs di Kukar juga meramaikan Unjuk Karya Siswa yang dibuka langsung oleh Bupati.

Edi menyampaikan apresiasi luar biasa atas kepedulian Tanoto Foundation dalam meningkatkan mutu sekolah dan madrasah di Kukar.

"Kita melihat sendiri perubahan nyata sudah terjadi di sekolah dan madrasah. Siswa tampil percaya diri mempresentasikan hasil belajarnya.

Inilah citra dari anak-anak Kukar yang cerdas, sehat, kreatif, dan percaya diri," ujar Edi.

Menurutnya, Program Pengembangan Inovasi Kualitas Pembelajaran (PINTAR) dari Tanoto menjadi bagian dari kebutuhan sekolah.

Program ini akan disebar ke sekolah dan madrasah yang belum mendapatkan pelatihan dari Tanoto. Apalagi, lanjutnya, Kukar ditetapkan sebagai salah satu lokasi ibu kota negara.

“Sehingga ini jadi tantangan kita ke depan dalam penyiapan SDM,” ucapnya.

CEO Global Tanoto Foundation, Satrio Tanudjojo mengemukakan, Unjuk Karya Sisea ini bagian dari siklus pelatihan dan pendampingan kepada sekolah dan madrasah mitra dalam menerapkan pembelajaran aktif, budaya baca dan manajemen berbasis sekolah.

"Tanoto bekerja sama dengan Pemkab akan menyebarluaskan Program PINTAR ke lebih banyak sekolah dan madrasah untuk meningkatkan kualitas pendidikan," kata Satrio.

Dalam setahun pelaksanaan Program PINTAR di Kukar, ia mengatakan, lebih dari 1.200 guru, kepala sekolah,

komite sekolah dan pengawas sekolah dilatih dalam menerapkan pembelajaran aktif, manajemen berbasis sekolah, melibatkan peran serta masyarakat dan mengembangkan budaya baca. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved